Banten

Tetap Jalan Saat Puasa, Skema MBG Ramadan 2026 Diatur: Siswa Muslim Dapat Menu Kering

Andi Syafrani | 3 Februari 2026, 11:59 WIB
Tetap Jalan Saat Puasa, Skema MBG Ramadan 2026 Diatur: Siswa Muslim Dapat Menu Kering

AKURAT BANTEN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berlangsung selama bulan Ramadan 2026. Pemerintah menegaskan, kebijakan ini disertai penyesuaian teknis agar tetap sejalan dengan pelaksanaan ibadah puasa, sekaligus menjaga tujuan utama program, yakni pemenuhan gizi kelompok rentan.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026 dan berlangsung sekitar satu bulan hingga Idul Fitri.

Selama periode tersebut, aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berjalan, sehingga penyaluran MBG dinilai perlu terus dilakukan dengan pola yang disesuaikan.

Baca Juga: Rela Gundulin Rambut Kribo, Eddi Brokoli Galang Solidaritas untuk Korban Bencana Sumatera

Isu keberlanjutan MBG selama Ramadan ramai diperbincangkan publik setelah pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, beredar di media sosial.

Dalam unggahan yang viral pada Selasa, 3 Februari 2026, pemerintah menyebutkan bahwa menu MBG akan disesuaikan berdasarkan kategori penerima manfaat.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, untuk sekolah dengan mayoritas siswa muslim, MBG tetap diberikan dalam bentuk makanan kering bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Skema ini dinilai lebih tepat agar makanan bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktu berbuka.

Baca Juga: Polisi Kejar Pelaku Perusakan Rumah di Kramat Jati, Korban Alami Intimidasi dan Ancaman Keselamatan

“Kita sudah putuskan, selama Ramadan program MBG tetap berjalan. Untuk anak sekolah yang berpuasa, makanannya diberikan dalam bentuk kering,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menambahkan, penyesuaian ini hanya berlaku bagi siswa muslim yang berpuasa. Sementara itu, sekolah non-muslim tetap menjalankan program MBG dengan menu seperti hari biasa tanpa perubahan.

Selain menyasar siswa sekolah, MBG juga tetap diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita selama Ramadan 2026. Pemerintah menilai kelompok tersebut tidak menjalankan puasa sehingga menu yang disalurkan tetap berupa makanan siap santap dengan standar gizi yang telah ditetapkan.

Baca Juga: BI Tetap Percaya Inflasi 2026–2027 Akan Kembali ke Jalur Sasaran Meski Awal Tahun Menghangat

“Balita tidak puasa, ibu hamil juga perlu asupan gizi penuh. Jadi penyalurannya tetap seperti biasa,” kata Zulkifli Hasan.

Adapun untuk lingkungan pondok pesantren, pemerintah menyiapkan skema khusus. Penyaluran MBG akan dilakukan pada sore hari atau mendekati waktu berbuka puasa agar dapat langsung dikonsumsi oleh para santri.

“Pesantren waktunya disesuaikan jadi sore, sekolah non-muslim tetap seperti biasa, ibu hamil dan balita juga seperti biasa. Yang berubah hanya sekolah umum dengan siswa muslim, makanannya kering,” jelasnya.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Kecemasan Global soal Perang Dunia III, Indonesia Bisa Kena Dampak 'Nuclear Winter'

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menambahkan bahwa keberlanjutan MBG selama Ramadan merupakan bagian dari strategi nasional pencegahan stunting. Menurutnya, periode emas pertumbuhan anak dan janin tidak boleh terputus, meski berada di bulan puasa.

“Target utama kita ibu hamil, menyusui, dan balita. Golden period ini sangat pendek, di situlah stunting dicegah dan perkembangan otak ditentukan, jadi program harus tetap berjalan,” tegas Dadan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC