Banten

SWx AI Buatan BRIN Diklaim Mampu Prediksi Cuaca Antariksa Lebih Cepat dan Akurat

Viona Sebastian Nolani | 15 Mei 2026, 12:32 WIB
SWx AI Buatan BRIN Diklaim Mampu Prediksi Cuaca Antariksa Lebih Cepat dan Akurat
BRIN kembangkan layanan cuaca berbasis AI. (Dok. BRIN)

AKURAT BANTEN - Layanan cuaca antariksa selama ini masih banyak dilakukan secara manual.

Para peneliti harus mengecek beragam data numerik, membaca hasil simulasi komputer, hingga menelaah gambar dan grafik yang kompleks.

Proses tersebut memakan waktu cukup panjang dan hasil interpretasinya juga bisa berbeda tergantung analis yang melakukan pengamatan.

Untuk menjawab tantangan itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi bernama Space Weather Intelligent Forecasting System (SWx AI).

Baca Juga: Heboh Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Ungkap Alasan Berkas Dugaan Ijazah Palsu Itu Tak Kunjung P21

Sistem ini dibangun dengan mengacu pada kerangka kerja Space Weather Information and Forecast Services (SWIFtS).

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Antariksa (PRA) BRIN, Tiar Dani, menjelaskan bahwa teknologi tersebut diharapkan mampu membantu prediksi cuaca antariksa menjadi lebih cepat, otomatis, dan memiliki tingkat akurasi lebih baik.

Cuaca antariksa merupakan kondisi aktivitas Matahari dan lingkungan luar angkasa yang dapat berdampak pada Bumi, mulai dari gangguan satelit, komunikasi, GPS, hingga sistem kelistrikan.

SWx AI memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), khususnya large language model (LLM), yang dapat bekerja seperti asisten digital pintar.

Baca Juga: Prabowo Tegas! Rp 10,2 Triliun dan Jutaan Hektare Lahan Hutan Berhasil Diselamatkan Negara

Teknologi ini mampu mengambil data terbaru secara otomatis dari berbagai sumber, membaca hasil prediksi komputer, hingga menganalisis citra pengamatan Matahari tanpa perlu pemeriksaan manual oleh peneliti.

"SWx AI dirancang agar lebih aman dari kesalahan informasi atau ‘halusinasi AI’ dengan membatasi data yang dianalisis hanya pada rentang waktu tertentu, misalnya 24 hingga 72 jam terakhir, serta menggunakan aturan-aturan yang sudah ditentukan secara pasti dalam memprediksi dan menelaah kondisi Antariksa di Indonesia," kata Tiar.

Kepala PRA BRIN, Emanuel Sungging Mumpuni, berharap webinar tersebut dapat memperkenalkan hasil riset terbaru PRA kepada masyarakat dan berbagai kalangan yang membutuhkan.

"Melalui webinar ini, kami berharap SWx AI yang terhubung pada platform layanan cuaca antariksa SWIFtS ini dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini secara cepat dan efisien serta bermanfaat bagi berbagai pihak, diantaranya sesama periset, akademisi, maupun masyarakat luas. Sehingga, riset ini dapat lebih aplikatif," ungkap Sungging.

Ia juga berharap pengembangan SWx AI mampu memperkuat layanan cuaca antariksa di Indonesia agar semakin responsif, terutama dalam mengantisipasi gangguan teknologi yang dipicu oleh aktivitas Matahari.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.