SWx AI Buatan BRIN Diklaim Mampu Prediksi Cuaca Antariksa Lebih Cepat dan Akurat

AKURAT BANTEN - Layanan cuaca antariksa selama ini masih banyak dilakukan secara manual.
Para peneliti harus mengecek beragam data numerik, membaca hasil simulasi komputer, hingga menelaah gambar dan grafik yang kompleks.
Proses tersebut memakan waktu cukup panjang dan hasil interpretasinya juga bisa berbeda tergantung analis yang melakukan pengamatan.
Untuk menjawab tantangan itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi bernama Space Weather Intelligent Forecasting System (SWx AI).
Baca Juga: Heboh Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Ungkap Alasan Berkas Dugaan Ijazah Palsu Itu Tak Kunjung P21
Sistem ini dibangun dengan mengacu pada kerangka kerja Space Weather Information and Forecast Services (SWIFtS).
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Antariksa (PRA) BRIN, Tiar Dani, menjelaskan bahwa teknologi tersebut diharapkan mampu membantu prediksi cuaca antariksa menjadi lebih cepat, otomatis, dan memiliki tingkat akurasi lebih baik.
Cuaca antariksa merupakan kondisi aktivitas Matahari dan lingkungan luar angkasa yang dapat berdampak pada Bumi, mulai dari gangguan satelit, komunikasi, GPS, hingga sistem kelistrikan.
SWx AI memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), khususnya large language model (LLM), yang dapat bekerja seperti asisten digital pintar.
Baca Juga: Prabowo Tegas! Rp 10,2 Triliun dan Jutaan Hektare Lahan Hutan Berhasil Diselamatkan Negara
Teknologi ini mampu mengambil data terbaru secara otomatis dari berbagai sumber, membaca hasil prediksi komputer, hingga menganalisis citra pengamatan Matahari tanpa perlu pemeriksaan manual oleh peneliti.
"SWx AI dirancang agar lebih aman dari kesalahan informasi atau ‘halusinasi AI’ dengan membatasi data yang dianalisis hanya pada rentang waktu tertentu, misalnya 24 hingga 72 jam terakhir, serta menggunakan aturan-aturan yang sudah ditentukan secara pasti dalam memprediksi dan menelaah kondisi Antariksa di Indonesia," kata Tiar.
Kepala PRA BRIN, Emanuel Sungging Mumpuni, berharap webinar tersebut dapat memperkenalkan hasil riset terbaru PRA kepada masyarakat dan berbagai kalangan yang membutuhkan.
"Melalui webinar ini, kami berharap SWx AI yang terhubung pada platform layanan cuaca antariksa SWIFtS ini dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini secara cepat dan efisien serta bermanfaat bagi berbagai pihak, diantaranya sesama periset, akademisi, maupun masyarakat luas. Sehingga, riset ini dapat lebih aplikatif," ungkap Sungging.
Ia juga berharap pengembangan SWx AI mampu memperkuat layanan cuaca antariksa di Indonesia agar semakin responsif, terutama dalam mengantisipasi gangguan teknologi yang dipicu oleh aktivitas Matahari.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









