Banten

LPEM UI Prediksi Inflasi Oktober Naik, Cuaca dan Biaya Logistik Jadi Pemicu Utama

Andi Syafrani | 20 Oktober 2025, 15:21 WIB
LPEM UI Prediksi Inflasi Oktober Naik, Cuaca dan Biaya Logistik Jadi Pemicu Utama

AKURAT BANTEN - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memproyeksikan inflasi pada Oktober 2025 akan berada di kisaran 0,12 persen hingga 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Sementara secara tahunan (year on year/YoY), inflasi diperkirakan meningkat menjadi sekitar 2,70 hingga 2,87 persen. Kenaikan ini dinilai sebagai dampak dari sejumlah faktor musiman dan biaya distribusi yang terus meningkat.

“Proyeksi inflasi Oktober cenderung naik karena adanya risiko kenaikan harga komoditas yang sensitif terhadap perubahan cuaca dan gangguan pasokan,” ujar tim riset LPEM FEB UI dalam laporan resmi yang dirilis Senin (20/10/2025).

Baca Juga: Agar Tak Tertinggal dalam Persaingan BPR Jatim Didorong Bersatu dan Perkuat Modal

Menurut mereka, sejumlah bahan pangan seperti beras, cabai, dan bawang berpotensi mengalami kenaikan harga akibat curah hujan tinggi yang mulai melanda beberapa wilayah Indonesia. Kondisi cuaca ekstrem ini berpengaruh terhadap pasokan hasil panen dan proses distribusi barang.

Selain itu, biaya logistik menjadi salah satu tantangan utama yang turut menekan inflasi. Meskipun pemerintah belum berencana menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tingginya biaya transportasi dan distribusi barang di beberapa daerah tetap menjadi faktor penentu harga di pasar.

Baca Juga: Purbaya Soroti Jual Beli Jabatan dan Proyek Fiktif, Reformasi Tata Kelola Daerah Belum Tuntas

LPEM FEB UI juga menyoroti adanya risiko tambahan dari kebijakan satu pintu bahan baku industri. Kebijakan ini memang bertujuan memperkuat pengawasan dan efisiensi, namun di sisi lain dapat menimbulkan hambatan pasokan sementara bagi sektor produksi tertentu.

“Hambatan distribusi bahan baku bisa meningkatkan biaya produksi di sektor industri, yang akhirnya berdampak ke harga barang di tingkat konsumen,” tambah laporan tersebut.

Meski demikian, inflasi nasional masih dinilai berada dalam kisaran aman karena daya beli masyarakat tetap stabil, terutama dengan adanya dukungan dari bantuan sosial dan program stabilisasi harga yang dijalankan pemerintah.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Pemkab Tangerang Akui Sulit Antisipasi Risiko Gagal Panen

LPEM FEB UI berharap pemerintah terus memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah, khususnya dalam menjaga ketersediaan bahan pokok dan efisiensi distribusi.

Dengan langkah ini, potensi lonjakan inflasi di akhir tahun bisa ditekan dan tetap berada dalam target yang ditetapkan Bank Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC