Banten

Indonesia di BRICS 2026, Menlu Sugiono Angkat Isu Palestina hingga Gugurnya Peacekeepers UNIFIL

Viona Sebastian Nolani | 15 Mei 2026, 13:03 WIB
Indonesia di BRICS 2026, Menlu Sugiono Angkat Isu Palestina hingga Gugurnya Peacekeepers UNIFIL
Forum BRICS 2026 di India. (kemlu.go.id)

AKURAT BANTEN - Forum BRICS tahun ini berlangsung di bawah kepemimpinan India dengan mengusung tema "Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability".

Tahun 2026 menjadi tahun kedua Indonesia resmi bergabung sebagai anggota BRICS, sekaligus menandai 20 tahun perjalanan BRICS sejak pertama kali dibentuk pada 2006.

Dalam agenda tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan pandangannya dalam dua sesi, yakni sesi pertama bertajuk "Closed Session: Global and Regional Issues" dan sesi kedua "Open Session: BRICS@20: Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability".

Pada kesempatan itu, Menlu Sugiono menegaskan bahwa BRICS sebagai representasi kekuatan Global South perlu mengambil peran lebih besar dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

Baca Juga: Indonesia Punya Satelit Terbesar di Asia, Nusantara Lima Siap Ubah Peta Internet Nasional

Salah satunya melalui upaya memimpin penegakan hukum internasional yang adil tanpa penerapan standar ganda.

Indonesia juga menekankan bahwa BRICS harus hadir sebagai bagian dari solusi global, bukan justru memperkuat polarisasi.

Selain itu, Indonesia kembali menyuarakan dukungan penuh terhadap Palestina serta mendorong penerapan Solusi Dua Negara.

Dalam forum tersebut, Menlu Sugiono turut menyoroti gugurnya empat personel Peacekeepers Indonesia yang tengah menjalankan misi di UNIFIL.

Baca Juga: SWx AI Buatan BRIN Diklaim Mampu Prediksi Cuaca Antariksa Lebih Cepat dan Akurat

Indonesia menyerukan adanya akuntabilitas penuh bagi pihak yang bertanggung jawab dan menegaskan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar.

Selain itu, Menlu Sugiono menilai reformasi tata kelola global menjadi langkah penting untuk menghadapi berbagai tantangan dunia saat ini.

Reformasi juga dinilai perlu dilakukan terhadap sistem perdagangan internasional agar lebih inklusif, terbuka, serta bebas diskriminasi dengan WTO tetap menjadi fondasi utama.

Selaras dengan tema kepemimpinan India, Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap penguatan peran New Development Bank (NDB).

Baca Juga: BRIN Ungkap Teknologi AI dan RCP untuk Cegah Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api

Pemerintah Indonesia juga menegaskan saat ini sedang merampungkan proses internal sebagai langkah untuk bergabung dengan NDB.

Ke depan, Indonesia dapat memanfaatkan forum BRICS guna memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, perubahan iklim, energi, kesehatan, hingga reformasi tata kelola global.

Keikutsertaan Indonesia di BRICS diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata dan kerja sama konkret bagi nasional, mengingat BRICS mewakili sekitar 28-30 persen total GDP dunia dan merepresentasikan sekitar 45 persen populasi global.

BRICS FMM sendiri merupakan forum utama BRICS di tingkat Menteri Luar Negeri dan menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang dijadwalkan berlangsung pada 12-13 September 2026 di New Delhi, India.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.