Banten

Presiden Prabowo Guncang Panggung PBB dengan Pidato Berani: Indonesia Siap Akui Israel, Disambut Apresiasi Kepal Tangan Keudara Presiden Perancis

Saeful Anwar | 24 September 2025, 08:11 WIB
Presiden Prabowo Guncang Panggung PBB dengan Pidato Berani: Indonesia Siap Akui Israel, Disambut Apresiasi Kepal Tangan Keudara Presiden Perancis

 

AKURAT BANTEN-Pada Senin, 22 September 2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil alih panggung global di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Dalam Konferensi Internasional Tingkat Tinggi tentang Penyelesaian Damai Masalah Palestina. 

Prabowo menyampaikan pidato yang tidak hanya menggugah, tetapi juga sarat dengan pernyataan berani yang berpotensi mengubah peta diplomasi regional.

Baca Juga: Aktor Hollywood Ini Bikin Geger, Percaya Donald Trump Bisa Jadi Pahlawan Perdamaian Gaza

Sorotan Pidato yang Menghentak

Pidato Prabowo diawali dengan ekspresi duka mendalam atas tragedi kemanusiaan di Gaza.

“Ribuan nyawa tak berdosa, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, telah terbunuh. Kelaparan mengancam. Bencana kemanusiaan sedang terjadi di depan mata kita,” ujarnya dengan suara tegas, mengecam semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil.

Namun, yang paling menghentak adalah pernyataan Prabowo tentang solusi dua negara.

Sambil menegaskan kembali komitmen Indonesia pada jalan damai ini, ia melontarkan tawaran yang belum pernah terdengar sebelumnya dari seorang pemimpin Indonesia.

“Setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan kami akan mendukung semua jaminan keamanan Israel,” tegas Prabowo.

Pernyataan ini disambut dengan keheningan sesaat, disusul bisik-bisik di antara delegasi.

Prabowo bukan hanya mengulangi posisi tradisional Indonesia, tetapi juga menawarkan langkah konkret yang sangat ambisius.

Ini adalah sinyal bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi pengamat, tetapi juga pemain kunci yang siap mengambil risiko demi perdamaian sejati.

Baca Juga: Powell Studio Loft Resmi Hadir di BSD City, Ruang Usaha Modern di Kawasan Ekonomi Khusus

Diplomasi yang Menggugah dan Isyarat dari Macron

Pidato Prabowo menekankan pentingnya Deklarasi New York sebagai jalur menuju perdamaian yang adil.

Ia juga secara terbuka memuji langkah negara-negara seperti Prancis, Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal yang telah mengakui Palestina, menyebutnya sebagai "langkah yang tepat di sisi sejarah yang benar."

Di tengah suasana tegang, ada momen tak terlupakan setelah pidato berakhir. Saat Prabowo menyerukan penghentian perang di Gaza dan pengakuan Palestina, kamera menyorot Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang terlihat mengepalkan tangan ke udara sebagai isyarat apresiasi.

Momen ini menjadi viral dan menambah bobot pidato Prabowo di mata dunia.

Baca Juga: Mendagri Izinkan Kepala Daerah ke Luar Negeri, Bupati Tangerang: Kita Fokus Dulu di Daerah

Kesiapan Indonesia untuk Perdamaian

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia siap berkontribusi lebih dari sekadar kata-kata.

“Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan. Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia. Kita bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian,” katanya, menunjukkan kesiapan Indonesia untuk bertindak nyata di bawah mandat PBB.

Pidato ini menegaskan bahwa Indonesia, di bawah kepemimpinan Prabowo, memasuki era diplomasi yang lebih proaktif dan berani, siap menjadi jembatan menuju perdamaian abadi di Timur Tengah.

Pertanyaannya, apakah dunia siap untuk tawaran berani ini? (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman