Banten

Bukan Alkohol! Ternyata Ini yang Diminum Prabowo-Macron saat Jamuan Makan Malam di Istana Negara

Andi Syafrani | 30 Mei 2025, 16:51 WIB
Bukan Alkohol! Ternyata Ini yang Diminum Prabowo-Macron saat Jamuan Makan Malam di Istana Negara

AKURAT BANTEN - Momen bersulang antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada jamuan makan malam kenegaraan di Istana Negara, Rabu (28/5), sempat memancing rasa penasaran publik.

Banyak warganet yang dibuat bertanya-tanya mengenai jenis minuman yang digunakan dalam tradisi toast kenegaraan tersebut. Menanggapi hal itu, Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, memberikan klarifikasi yang menenangkan: minuman itu adalah sparkling apple cider tanpa kandungan alkohol.

Baca Juga: Heboh! 6 Oknum Polisi Hulu Sungai Gunakan Narkoba Cuma di Hukum 'Sholat Lima Waktu', Cek Faktanya!

"Itu sparkling apple cider, 100% jus buah, bukan wine," ujar Teddy saat dikonfirmasi pada Jumat (30/5).

Penjelasan ini sekaligus menjawab spekulasi yang sempat beredar di media sosial, di mana beberapa pihak menduga minuman tersebut adalah minuman beralkohol. Klarifikasi ini penting untuk meluruskan persepsi publik dan menjaga citra acara kenegaraan.

Baca Juga: Gunung Semeru Terus Erupsi hingga 4 Kali dalam Sehari, Warga Diminta Menjauh

Teddy lebih lanjut menjelaskan bahwa pemilihan sparkling apple cider bukanlah tanpa alasan. Keputusan ini diambil secara khusus untuk memastikan bahwa momen kenegaraan tetap sejalan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Indonesia, dengan mayoritas penduduk Muslim, sangat memperhatikan hal-hal terkait konsumsi alkohol.

"Minuman itu dipilih justru karena bebas alkohol, jadi bisa dinikmati oleh semua pihak tanpa menimbulkan kontroversi," tambahnya.

Baca Juga: HANYA UNTUKMU! Cinta Brian Bongkar Kedekatannya dengan Gisel di FYP Trans7!

Dalam jamuan makan malam yang berlangsung khidmat tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan hangat kepada Presiden Macron dan seluruh delegasi Prancis.

Ia kemudian mengajak para hadirin untuk bersulang sebagai bentuk penghormatan terhadap kuatnya hubungan bilateral antara kedua negara, serta sebagai doa bagi kesehatan dan kesejahteraan pemimpin Prancis.

Baca Juga: Terbaru! Begini Pengakuan Saksi Sebelum Longsor di Tambang Gunung Kuda yang Tewaskan 6 Orang di Cirebon

Dengan penuh semangat, Prabowo berseru:

"Saya mengajak para hadirin semua untuk angkat gelas kita, minum untuk kesehatan Yang Mulia Presiden Republik Prancis berserta ibu dan untuk kesejahteraan kedua bangsa kita, bangsa Prancis dan bangsa Indonesia. Vive La France, Vive La Indonesia. Terima kasih banyak."

Ajakan ini disambut tepuk tangan meriah dari para tamu, menandakan suasana kehangatan dan kebersamaan.

Baca Juga: Longsor di Tambang Batu Alam Gunung Kuda Cirebon, 4 Pekerja Tewas dan Evakuasi Masih Berlanjut

Meskipun terlihat sederhana, momen toast ini memiliki makna mendalam sebagai simbol persahabatan diplomatik antara Indonesia dan Prancis. Namun, seperti yang sering terjadi di era digital, tak sedikit warganet yang dengan cepat mempertanyakan isi gelas yang digunakan.

Spekulasi yang bermunculan di media sosial, mulai dari komentar iseng hingga pertanyaan serius, akhirnya mendorong pihak Sekretariat Kabinet untuk memberikan penjelasan resmi.

Baca Juga: Gletser Runtuh, Desa Blatten di Swiss Lenyap Ditelan Lumpur dan Es

Pihak Istana berharap, dengan adanya klarifikasi ini, kesalahpahaman yang sempat berkembang di masyarakat dapat diluruskan. Setiap jamuan kenegaraan di Istana selalu berpegang teguh pada protokol yang cermat, memastikan bahwa nilai-nilai budaya dan norma lokal tetap dijunjung tinggi tanpa sedikit pun mengurangi kehormatan yang diberikan kepada tamu negara.

Ini menunjukkan bagaimana diplomasi Indonesia mampu beradaptasi dan tetap relevan dengan konteks sosial budaya dalam negeri.

Baca Juga: Retreat Kepala Daerah Gelombang Kedua Digelar Juni, Bima Arya: Kali Ini di Kampus IPDN

Dengan demikian, momen bersulang yang sarat akan makna kerja sama internasional itu dapat dimaknai secara positif oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ini adalah cerminan dari diplomasi yang tidak hanya saling menghormati antara dua negara besar, tetapi juga senantiasa menjunjung tinggi kearifan lokal, menegaskan bahwa nilai-nilai keindonesiaan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap langkah diplomasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC