Resmikan Museum Marsinah, Prabowo Tegaskan Pentingnya Keadilan Kaum Buruh

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 17 Mei 2026.
Museum ini dihadirkan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang perjuangan hak-hak buruh di Indonesia.
Menurut Presiden, kehadiran museum khusus buruh merupakan hal yang jarang ditemukan di dunia.
Ia menilai museum tersebut menjadi simbol penting dalam menghargai perjuangan para pekerja, khususnya dari kalangan kecil.
Baca Juga: Viral! Pelaku Curas Mahasiswi Unpad di Jatinangor Ditangkap, Aksinya Keji Lindas Korban
Kepala Negara menyebut Marsinah sebagai sosok yang merepresentasikan keberanian buruh dalam memperjuangkan hak mereka.
Perjuangan itu lahir dari kelompok masyarakat yang tidak memiliki kekuatan maupun kekuasaan besar.
“Kita meresmikan museum untuk mengingat perjuangan buruh memperjuangkan haknya. Saya kira museum buruh menjadi peristiwa langka di dunia,” kata Presiden Prabowo, dalam sambutannya.
Presiden juga menegaskan bahwa museum ini menjadi pengingat atas perjuangan perempuan pekerja Indonesia.
Baca Juga: Darurat Judi Online! Anak-anak Jadi Korban, Ini Peringatan Keras dari Meutya Hafid
Marsinah dinilai sebagai simbol suara kelompok lemah yang kerap terpinggirkan.
Ia menilai tragedi pembunuhan Marsinah seharusnya tidak pernah terjadi.
Oleh karena itu, Presiden meminta perusahaan agar lebih serius memperhatikan kesejahteraan serta hak para pekerja.
“Peristiwa Marsinah dibunuh secara keji seharusnya tidak perlu terjadi. Negara ini didirikan berdasarkan falsafah Pancasila,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenag Buka Beasiswa Double Degree 2026, Kesempatan Kuliah di Edinburgh dan SOAS
Presiden kembali menyinggung sila kelima Pancasila yang menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Prinsip tersebut dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan hubungan antara pekerja dan pengusaha.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengedepankan asas kekeluargaan.
Dalam hal ini, kelompok yang lebih kuat diharapkan turut membantu masyarakat yang kurang mampu.
Baca Juga: Pesawat N219 Buatan Indonesia Akhirnya Dilirik Swasta, PTDI Kantongi Kontrak Perdana
Menurut Presiden, proses pembangunan bangsa tidak lepas dari perjuangan panjang dan berbagai tantangan.
Karena itu, perlindungan terhadap kelompok rentan harus terus diperkuat.
Museum Marsinah diharapkan dapat menjadi pengingat sejarah penting dalam perjuangan hak buruh di Indonesia.
Pemerintah pun diminta memastikan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D







