Banten

MERINDING! Ketegangan Memuncak, Arab Saudi Mengamuk Usai Menteri Israel Nekat Kibarkan Bendera di Masjid Al-Aqsa: 'Provokasi Keji'!

Abdurahman | 16 Mei 2026, 21:02 WIB
MERINDING! Ketegangan Memuncak, Arab Saudi Mengamuk Usai Menteri Israel Nekat Kibarkan Bendera di Masjid Al-Aqsa: 'Provokasi Keji'!
Masjid Al-Aqsa. (Foto: @Kompas.TV)

AKURAT BANTEN– Situasi di Timur Tengah kembali membara dan berada di ambang ketegangan baru.

Dunia internasional dikejutkan oleh aksi nekat Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang secara terang-terangan menerobos kompleks suci Masjid Al-Aqsa dan mengibarkan bendera Israel di sana.

Aksi kontroversial ini langsung menyulut kemarahan besar dari kerajaan Arab Saudi.

Kerajaan sekutu utama di kawasan tersebut secara terbuka "mengamuk" dan mengutuk keras tindakan yang dinilai sebagai provokasi tingkat tinggi.

Baca Juga: Status Tersangka Memanas, Roy Suryo Bongkar Strategi Gugat Ijazah Jokowi Lewat KIP: 'Bukan Bikinan Pasar Pramuka!'

Kronologi Aksi Nekat Itamar Ben-Gvir di Situs Suci umat Islam

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Anadolu Agency, Itamar Ben-Gvir, yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan radikal Israel, memimpin rombongan ratusan warga Israel menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa.

Bukan sekadar kunjungan biasa, aksi ini sengaja dilakukan untuk merayakan pendudukan Israel atas Yerusalem Timur.

Dalam rekaman video yang viral di media sosial, terlihat jelas Ben-Gvir dengan pongah mengibarkan bendera Israel sambil menari-nari bersama kelompok penyerbu.

Baca Juga: Roy Suryo Bongkar Teka-Teki Status Kasus Ijazah Jokowi: Bukan P21, Tapi Ini Kemungkinannya!

Yang membuat umat Muslim dunia kian geram, aksi menari dan pengibaran bendera tersebut dilakukan dengan latar belakang Masjid Kubah Batu (Dome of the Rock).

Tidak sendirian, Ben-Gvir juga didampingi oleh Yitzhak Kroizer, anggota parlemen Knesset dari partai sayap kanan Otzma Yehudit.

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mencatat sedikitnya 620 orang pendudukan Israel ikut serta menyerbu kompleks suci tersebut di bawah kawalan ketat aparat kepolisian Israel.

Baca Juga: Roy Suryo Bereaksi soal Status Kasus Ijazah Jokowi, Singgung Kemungkinan Belum P21

Arab Saudi Meradang: Batas Toleransi Telah Dilanggar!

Merespons tindakan provokatif tersebut, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang sangat tajam dan tanpa kompromi.

Riyadh menegaskan bahwa apa yang dilakukan pejabat Israel adalah pelanggaran hukum internasional yang berulang dan tidak bisa ditoleransi.

Arab Saudi menolak keras setiap upaya yang dapat merusak status historis dan hukum Yerusalem, serta tempat-tempat sucinya, bunyi pernyataan resmi Kemlu Arab Saudi.

Pihak kerajaan juga mendesak komunitas internasional untuk segera turun tangan.

Arab Saudi meminta dunia tidak menutup mata dan segera meminta pertanggungjawaban otoritas pendudukan Israel atas pelanggaran yang terus-menerus dilakukan terhadap situs suci Islam serta warga sipil Palestina.

Baca Juga: Polda Metro Segera Putuskan Nasib Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi

Mengapa Pengibaran Bendera Ini Sangat Berbahaya?

Bagi umat Islam di seluruh dunia, Masjid Al-Aqsa bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan situs tersuci ketiga di dunia setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Berdasarkan aturan hukum internasional dan status quo yang berlaku, non-Muslim diizinkan mengunjungi kompleks tersebut namun dilarang keras untuk beribadah secara terbuka ataupun mengibarkan simbol-simbol politik/nasionalisme negara lain, termasuk bendera Israel.

Sejak tahun 2003, kepolisian Israel secara sepihak sering kali mengizinkan kelompok pendudukan masuk ke kompleks tersebut hampir setiap hari (kecuali Jumat dan Sabtu).

Namun, aksi pengibaran bendera yang dipimpin langsung oleh seorang menteri aktif seperti Ben-Gvir dinilai sebagai sebuah "tantangan perang" terhadap sensitivitas umat Islam global.

Baca Juga: Update Kasus Roy Suryo: Pembelaan Agresif Agri Fanani Bisa Ubah Arah Penyidikan?

Di Ambang Konflik yang Lebih Besar

Banyak pengamat menilai aksi provokasi Ben-Gvir ini sengaja dilakukan untuk memancing reaksi keras dan memperkeruh situasi di Timur Tengah yang saat ini memang sudah rapuh.

Dengan marahnya Arab Saudi—yang merupakan poros kekuatan politik dan ekonomi di dunia Islam—dunia kini menanti apakah akan ada sanksi diplomatik atau langkah nyata yang lebih tegas dari negara-negara Arab untuk menghentikan arogansi di Yerusalem.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman