Fakta Menarik Rio, Panda Raksasa Pertama yang Lahir di Indonesia

AKURAT BANTEN - Dengan pola bulu hitam putih yang menjadi ciri khasnya, panda raksasa pertama yang lahir di Indonesia terus menunjukkan perkembangan sehat menjelang kemunculan perdananya di hadapan masyarakat pada akhir bulan ini.
Anak panda bernama Satrio Wiratama itu lahir pada November tahun lalu di Taman Safari Indonesia dari pasangan panda asal China yang dipinjamkan kepada Indonesia sebagai bagian dari kerja sama antarnegara.
"Ada begitu banyak warga Indonesia yang harus pergi jauh-jauh ke China hanya untuk melihat bayi panda. Sekarang mereka tidak perlu lagi," ujar direktur Taman Safari Indonesia Aswin Sumampau.
Di area kandang yang sebelumnya disiapkan untuk kedua induknya, panda berusia 170 hari tersebut tampak aktif bermain dengan boneka panda serta mainan kunyah berbahan bambu.
Baca Juga: Indonesia Siap Masuk Era Nuklir? UGM dan BRIN Kembangkan Reaktor Mini untuk Target Net Zero 2060
Nama Satrio Wiratama sendiri memiliki arti "pejuang pemberani dan mulia".
Induk betinanya, Hu Chun, bersama pejantan Cai Tao, didatangkan ke Indonesia pada 2017 saat keduanya masih berusia tujuh tahun.
Kehadiran mereka merupakan bagian dari program "diplomasi panda" untuk memperingati 60 tahun hubungan bilateral Indonesia dan China.
Aswin mengatakan panda kecil yang akrab dipanggil Rio itu menjadi satu-satunya bayi panda yang lahir di kebun binatang luar China dalam tiga tahun terakhir.
Menjelang penampilan perdananya kepada publik pada akhir Mei, Rio mulai menarik perhatian banyak penggemar yang penasaran ingin melihat tingkah lucunya secara langsung.
Baca Juga: 1.278 Jemaah Haji Terakhir Tinggalkan Madinah, Pesan Penting Petugas Jadi Sorotan
"Panda kecil itu lucu, menggemaskan, dan benar-benar membuat hati luluh," tulis salah satu penggemar di akun media sosial resmi Taman Safari Indonesia.
Dokter hewan Bongot Huaso Mulia menjelaskan, berat badan Rio kini telah mencapai lebih dari 11 kilogram dan ia masih dalam tahap belajar memanjat.
Anak panda tersebut juga disebut sangat aktif.
Bulu tubuhnya masih bercampur warna kemerahan dan hingga kini masih menyusu kepada induknya.
China sendiri telah lama memanfaatkan panda raksasa sebagai simbol nasional dalam menjalankan misi diplomasi ke berbagai negara.
Sementara itu, Indonesia menegaskan tidak memiliki sengketa wilayah maritim dengan China di Laut China Selatan, berbeda dengan sejumlah negara Asia lainnya yang berselisih terkait klaim terumbu karang maupun pulau-pulau kecil di kawasan tersebut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D







