Banten

Israel Intersepsi Kapal Bantuan ke Gaza, Pemerintah RI Desak Pembebasan WNI

Viona Sebastian Nolani | 18 Mei 2026, 23:23 WIB
Israel Intersepsi Kapal Bantuan ke Gaza, Pemerintah RI Desak Pembebasan WNI
Sejumlah personel bersenjata mencegat kapal misi kemanusiaan di perairan Mediterania. (Tangkapan Layar)

AKURAT BANTEN - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melontarkan kecaman keras atas aksi militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di wilayah perairan Siprus, Mediterania Timur.

Pemerintah Indonesia juga memastikan terus memantau perkembangan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam rombongan misi tersebut.

Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa pemerintah mendesak Israel untuk segera membebaskan seluruh kapal beserta awak sipil yang ditahan, serta menjamin bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina tetap dapat disalurkan sesuai ketentuan hukum humaniter internasional.

“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” ujar Yvonne, mengutip MUI Digital.

Baca Juga: Jangan Asal Bersih-Bersih! Kotoran Tikus Bisa Sebarkan Hantavirus, Ini Kata Dinkes Jakarta

Sejauh ini, sedikitnya 10 kapal dilaporkan telah diamankan, di antaranya Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat satu WNI bernama Andi Angga Prasadewa yang berada di atas kapal Josef.

Ia diketahui merupakan delegasi GPCI bersama Rumah Zakat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga masih berupaya mengumpulkan informasi terkait kapal lain yang membawa jurnalis Bambang Noroyono.

Baca Juga: Waspada Hantavirus di Jakarta! 3 Kasus Positif Ditemukan, 6 Suspek Diawasi Ketat

Hingga kini, komunikasi dengan kapal tersebut masih terus diupayakan untuk memastikan status kapal serta kondisi awak di dalamnya.

“Kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono sampai saat ini masih terus dicoba dihubungi guna mengetahui status kapal termasuk kondisi yang bersangkutan,” kata Yvonne.

Menurut Kemlu RI, situasi di lapangan masih berkembang cepat dan bersifat dinamis, sehingga berbagai kemungkinan terus diantisipasi oleh pemerintah.

Sejak awal kejadian, Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI telah menjalin koordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Palembang: Oknum TNI Tembak Rekan Sendiri, Pelaku Langsung Diciduk

“Sejak awal Kemlu melalui Direktorat PWNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan para WNI apabila diperlukan,” ujarnya.

Kemlu RI juga terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait guna mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi para WNI yang berada dalam armada kemanusiaan tersebut.

“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” tegas Yvonne.

Global Sumud Flotilla 2.0 diketahui membawa misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan ke Gaza Strip yang hingga saat ini masih berada di bawah blokade Israel.

Baca Juga: Prabowo Tambah 6 Rafale untuk TNI AU, Ini Fungsi dan Kekuatan Alutsista Baru RI

Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, dilaporkan ditangkap oleh Tentara Israel (IDF) saat menjalankan misi kemanusiaan tersebut di perairan internasional.

Dalam keterangan resmi yang diterima MUI Digital pada Senin (18/5/2026), Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, turut mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel.

Dio, sapaan akrabnya, menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil masyarakat dunia yang tengah membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza.

"Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti," ujarnya.

Baca Juga: Heboh Istilah Rekayasa vs Teknik, Ini Penjelasan Resmi Kementerian yang Perlu Diketahui

Dalam rombongan itu, Dio mengungkapkan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Nuroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan.

"Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami. Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," kata dia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.