Banten

5 WNI Diculik IDF, MUI Kecam Israel dan Desak Pemerintah Bebaskan Jurnalis serta Aktivis RI

Cristina Malonda | 19 Mei 2026, 13:24 WIB
5 WNI Diculik IDF, MUI Kecam Israel dan Desak Pemerintah Bebaskan Jurnalis serta Aktivis RI
5 WNI Diculik IDF, MUI Kecam Israel dan Desak Pemerintah Bebaskan Jurnalis serta Aktivis RI (Foto: istimewa)

AKURAT BANTEN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras tindakan Israel yang mengintersep dan menahan peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur.

Aksi tersebut turut melibatkan penahanan sejumlah warga negara Indonesia (WNI), termasuk aktivis dan jurnalis yang tengah menjalankan misi solidaritas menuju Gaza, Palestina.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan Israel yang dinilai menghalangi upaya kemanusiaan internasional.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.600 per USD, BI Prediksi Menguat dalam Beberapa Bulan ke Depan

Menurut Sudarnoto, intersepsi terhadap kapal bantuan dan penahanan peserta misi menunjukkan sikap yang tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan serta hukum internasional.

“Tindakan Israel yang menghalangi langkah kemanusiaan melalui kapal Sumud Flotilla, termasuk penculikan wartawan yang ikut dalam misi ini, adalah tindakan yang memalukan,” kata Sudarnoto dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).

Global Sumud Flotilla merupakan rombongan kapal internasional yang membawa bantuan kemanusiaan dan pesan solidaritas bagi rakyat Palestina di Gaza.

Baca Juga: Kecam Aksi Israel, Kemlu RI Pantau Ketat Nasib WNI dan Jurnalis yang Ditahan di Kapal Global Sumud Flotilla

Sedikitnya terdapat 10 kapal yang dilaporkan diintersep oleh pasukan Israel Defence Forces (IDF) saat berlayar di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Beberapa kapal yang disebut terdampak antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Dalam misi tersebut terdapat sembilan WNI di bawah koordinasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), yang terdiri dari relawan kemanusiaan dan jurnalis nasional.

Lima WNI dilaporkan telah ditahan atau diintersep, yakni:

  • Aktivis Andi Angga di kapal Josef

  • Jurnalis Republika Bambang Noroyono di kapal Bolarize

Tiga WNI di kapal Ozgurluk:

  • Jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo Nugroho

  • Jurnalis Republika Thoudy Badai Rifan Billah

  • Jurnalis iNews Heru Rahendro

Baca Juga: Kapal Menuju Gaza Dicegat Israel, Detik-Detik Wartawan RI Kirim SOS Sebelum Diculik

Sementara empat WNI lainnya disebut masih melanjutkan perjalanan dalam misi tersebut.

MUI menilai tindakan Israel justru memperlihatkan adanya kekhawatiran terhadap semakin besarnya dukungan internasional bagi Palestina.

Sudarnoto menegaskan, penahanan terhadap relawan maupun jurnalis tidak akan menghentikan solidaritas global terhadap warga Gaza yang selama ini menghadapi krisis kemanusiaan.

Baca Juga: Geger! Razman Nasution Bongkar Info A1 Kasus Ijazah Jokowi: Berkas Roy Suryo Segera P-21, Kubu Lawan Mulai Panik?

Ia juga menyerukan agar negara-negara yang selama ini mendukung Palestina mengambil langkah diplomatik dan hukum untuk merespons tindakan Israel.

Menurutnya, komunitas internasional tidak boleh diam ketika misi kemanusiaan dihalangi dan pekerja media ikut menjadi sasaran penahanan.

MUI Desak Pemerintah Indonesia Bertindak Cepat

Selain mengecam tindakan Israel, MUI mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah konkret untuk melindungi dan membebaskan WNI yang ditahan.

Sudarnoto meminta pemerintah menggunakan seluruh jalur diplomasi yang tersedia agar para WNI dapat segera dipulangkan dengan selamat.

Baca Juga: PSI Ngamuk! Sebut PDIP 'Kekanak-kanakan' Usai Ungkit Lagi Isu Ijazah Palsu Jokowi

“Jangan biarkan ditahan oleh Israel,” tegasnya.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan komunikasi dengan jurnalis Indonesia Bambang Noroyono serta kapal yang membawanya hingga kini masih terputus.

Pemerintah Indonesia juga telah mendesak Israel membebaskan seluruh awak kapal dan memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Palestina tetap berjalan.

Koordinasi intensif saat ini terus dilakukan Direktorat Perlindungan WNI Kemlu bersama KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk memantau perkembangan situasi. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.