Banten

Jakarta Intip Rahasia Copen Hill Denmark, Sampah Bisa Jadi Listrik untuk 150 Ribu Rumah

Viona Sebastian Nolani | 21 Mei 2026, 14:29 WIB
Jakarta Intip Rahasia Copen Hill Denmark, Sampah Bisa Jadi Listrik untuk 150 Ribu Rumah
Tinjau Copen Hill, Jakarta segera tuntaskan masalah sampah kota. (jakarta.go.id)

AKURAT BANTEN - Delegasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) Rano Karno melakukan kunjungan ke fasilitas pengolahan sampah modern Copen Hill di Kopenhagen, Denmark, pada Minggu (17/5) pagi waktu setempat.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah Jakarta mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu yang modern, efisien, dan berwawasan lingkungan.

Di lokasi itu, sampah yang sebelumnya telah dipisahkan diproses menggunakan teknologi waste-to-energy.

Sampah dibakar dengan suhu mencapai 1.000 derajat Celsius untuk menghasilkan uap panas yang digunakan menggerakkan turbin pembangkit listrik.

Baca Juga: AI Indonesia Mulai Tancap Gas, Pemerintah Gandeng Industri Semikonduktor Dunia

Energi dari proses tersebut kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan pemanas bagi sekitar 100.000 hingga 150.000 rumah warga di Kopenhagen.

Pihak manajemen Copen Hill menjelaskan bahwa keberhasilan sistem pengelolaan sampah bukan hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.

“Kami menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dengan 10 kategori. Sampah makanan diproses di fasilitas berbeda, sedangkan sampah rumah tangga dipisahkan antara kaca, plastik, serta logam sebelum diolah menjadi energi,” ungkap Flemming G. Nielsen dari Amager Resource Center, pengelola Copen Hill.

Fasilitas yang mulai beroperasi sejak 2017 tersebut mampu mengolah sekitar 440.000 sampai 610.000 ton sampah setiap tahunnya.

Baca Juga: Prabowo Tambah Kekuatan Udara Indonesia, Ini Deretan Alutsista Canggih yang Diserahkan ke TNI

Dari proses itu, Copen Hill menghasilkan sekitar 283 GWh listrik dan 1.383 GWh energi panas.

Sementara itu, limbah makanan yang diproses di fasilitas terpisah dimanfaatkan untuk memproduksi biogas bagi kebutuhan masyarakat.

Wagub Rano menilai sistem pengelolaan sampah di Copen Hill menjadi contoh bahwa fasilitas lingkungan dapat dibangun dengan konsep modern, efektif, dan tetap ramah bagi masyarakat umum.

“Teknologinya sangat maju. Tidak hanya mengolah sampah menjadi energi, sisa pembakarannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal. Yang menarik, kawasan ini dirancang ramah bagi masyarakat, ada area edukasi, kafe, hingga arena ski rumput. Jadi fasilitas lingkungan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang tertutup dan kumuh,” ujarnya.

Menurut Wagub Rano, pengalaman yang diterapkan di Kopenhagen dapat menjadi inspirasi penting bagi Jakarta yang tengah mempercepat upaya pengurangan dan pengolahan sampah perkotaan secara berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tetap harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Pemilahan sampah di hulu adalah kunci. Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi warga. Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Jakarta memiliki peluang besar untuk mengurangi persoalan sampah kota,” pungkasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.