Banten

Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata, Alexandra Eala dan Janice Tjen Bangkitkan Tenis Asia Tenggara

Viona Sebastian Nolani | 21 Mei 2026, 14:34 WIB
Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata, Alexandra Eala dan Janice Tjen Bangkitkan Tenis Asia Tenggara
Janice Tjen menembus jajaran 40 besar tenis putri dunia. (instagram/@janicetjen)

AKURAT BANTEN - Alexandra Eala dan Janice Tjen menempuh jalan yang berbeda untuk menembus jajaran 40 besar tenis putri dunia.

Meski begitu, keduanya sama-sama berasal dari kawasan yang selama ini jarang diperhitungkan dalam peta tenis internasional.

Pada Januari lalu, Eala yang genap berusia 21 tahun sehari sebelum Roland Garros dimulai pada 24 Mei, mencatat sejarah sebagai petenis Filipina pertama yang berhasil menembus peringkat 50 besar dunia.

Sementara itu, Tjen merayakan ulang tahunnya yang ke-24 pada awal Mei.

Baca Juga: Viral Kolong Flyover Pasar Rebo Disulap Jadi Arena Tinju, Terbukti Efektif Kurangi Tawuran

Ketika berhasil masuk peringkat 40 besar pada Februari, ia resmi menjadi petenis putri Indonesia dengan ranking tertinggi sejak Yayuk Basuki yang pernah menembus 20 besar dunia pada 1997 dan 1998.

Walaupun Filipina dan Indonesia terpisah lebih dari 1.500 kilometer, kedua negara memiliki kedekatan geografis melalui perbatasan laut. Popularitas pasangan ganda ini, baik di dalam lapangan maupun dukungan besar dari tribun penonton, membuat mereka mendapat julukan “SEASters”.

Antusiasme penggemar Filipina yang tinggal di berbagai negara juga terlihat jelas. Mereka rela datang langsung untuk mendukung bintang tenis pertama Filipina di berbagai turnamen yang diikutinya.

“Awal musim adalah saat saya benar-benar menyadari bahwa orang-orang benar-benar datang, mereka membeli tiket, mereka meluangkan waktu dari hari mereka. Rasanya seperti, wow,” ujar Eala yang kini menempati peringkat 38 dunia kepada situs Served.

Baca Juga: Jakarta Intip Rahasia Copen Hill Denmark, Sampah Bisa Jadi Listrik untuk 150 Ribu Rumah

Ia mengaku sempat sulit menerima popularitas yang terus meningkat.

“Setelah saya berhasil menembus batasan penolakan, dengan berpikir, 'Saya rasa saya tidak benar-benar terkenal', setiap minggu mereka terus berdatangan, jadi saya berpikir, 'Oke, kamu harus menerimanya, menyerapnya, ini sudah di sini, ini posisi yang sangat bagus.'"

Popularitas Eala bahkan mendapat perhatian dari para rivalnya di lapangan.

“Saya senang dia memiliki basis penggemar yang luar biasa. Saya telah melihat suasananya. Sungguh menakjubkan,” kata petenis Amerika Serikat Amanda Anisimova saat tampil di Dubai.

Meski begitu, Eala tetap berusaha menjaga keseimbangan di tengah sorotan publik yang semakin besar.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Kebocoran Triliunan Rupiah, Taipan Komoditas Mulai Waswas

“Saya ingin membalas semua dukungan yang mereka berikan kepada saya, tetapi kewajiban pertama saya adalah kepada diri saya sendiri,” katanya kepada Punto de Break.

“Saya mencoba menemukan cara paling sehat untuk menghadapi semua ini, karena saya merasa banyak hal yang bisa salah... Ini semua tentang keseimbangan,” tambahnya.

Di sisi lain, Tjen yang mewakili Indonesia dengan populasi sekitar 288 juta jiwa juga mulai menarik perhatian publik tenis dunia. Petenis peringkat 41 dunia itu kini memiliki dukungan besar dari para penggemar Tanah Air.

“Saya tidak terlalu memikirkannya,” ujar Tjen kepada Times of India menjelang laga Billie Jean King Cup di Delhi pada April lalu.

“Saya tahu bahwa selama saya terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik, Indonesia selalu mendukung saya. Itu adalah sesuatu yang membuat saya bangga.”

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.