Banten

Sembilan Relawan Indonesia dalam Misi Gaza Akhirnya Bebas dari Tahanan Israel dan Segera Pulang ke Tanah Air

Riski Endah Setyawati | 22 Mei 2026, 10:55 WIB
Sembilan Relawan Indonesia dalam Misi Gaza Akhirnya Bebas dari Tahanan Israel dan Segera Pulang ke Tanah Air
Ilustrasi Relawan (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Pemerintah Indonesia memastikan sembilan warga negara Indonesia yang ikut dalam pelayaran kemanusiaan menuju Jalur Gaza telah berhasil dibebaskan setelah sempat ditahan aparat militer Israel.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam keterangan pers di Jakarta.

Menurut Sugiono, seluruh WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 kini telah meninggalkan wilayah Israel dan sedang menjalani proses perjalanan menuju Istanbul, Turki, sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Baca Juga: Polisi Sapu Bersih Pelaku Begal dan Curanmor di Penjaringan, 16 Orang Dibekuk dalam 20 Hari

“Sembilan WNI yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel, menuju Istanbul, Turki,” ujar Sugiono.

Ia menjelaskan, keberhasilan pembebasan para relawan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif pemerintah Indonesia dengan sejumlah pihak internasional yang terlibat dalam upaya diplomatik.

Kementerian Luar Negeri RI disebut bergerak cepat dengan memanfaatkan berbagai jalur komunikasi diplomasi demi memastikan keselamatan seluruh warga Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.

Baca Juga: Polisi Sapu Bersih Pelaku Begal dan Curanmor di Penjaringan, 16 Orang Dibekuk dalam 20 Hari

Sugiono menegaskan pemerintah akan terus mengawal proses pemulangan hingga seluruh relawan tiba di Indonesia dalam kondisi aman.

“Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat,” katanya.

Dalam proses penyelamatan itu, Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri bekerja sama secara aktif dengan sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri.

Baca Juga: Tangisan Ronaldo Berujung Perpisahan, Jorge Jesus Resmi Tinggalkan Al Nassr

Beberapa kantor perwakilan yang terlibat di antaranya KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, hingga KJRI Istanbul yang terus melakukan komunikasi intensif sejak penahanan terjadi.

Pemerintah Indonesia juga menjalin komunikasi erat dengan berbagai otoritas internasional, termasuk Pemerintah Turki yang disebut memiliki peran penting dalam membantu proses pembebasan dan pemulangan para relawan.

Sugiono menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah Turki atas dukungan dan bantuan yang diberikan selama proses diplomasi berlangsung.

Baca Juga: Polisi Sapu Bersih Pelaku Begal dan Curanmor di Penjaringan, 16 Orang Dibekuk dalam 20 Hari

“Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini,” ucapnya.

Selain itu, Menlu RI turut menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto beserta berbagai pihak di dalam negeri yang terus memberikan dukungan agar para WNI tersebut dapat segera dibebaskan.

Dukungan dari Komisi I DPR RI juga disebut menjadi bagian penting dalam mendorong langkah cepat diplomasi pemerintah Indonesia selama penanganan kasus tersebut.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengapresiasi doa dan perhatian masyarakat Indonesia terhadap keselamatan sembilan relawan yang mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza tersebut.

Baca Juga: BPNT Tahap 2 Bank BRI Belum Merata, Banyak KPM Masih Menunggu Saldo Masuk

Sebelumnya, para peserta Global Sumud Flotilla dilaporkan ditahan setelah kapal yang mereka tumpangi dicegat pasukan Israel saat membawa misi solidaritas kemanusiaan menuju Jalur Gaza.

Insiden tersebut sempat menjadi sorotan internasional karena melibatkan relawan dari berbagai negara yang berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah konflik.

Kini, para relawan telah dibebaskan dan tengah menjalani proses deportasi keluar dari wilayah Israel menuju Turki sebelum akhirnya kembali ke negara masing-masing, termasuk Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.