Banten

Gubernur Jabar Siapkan Rp750 Juta: Cari Aman Yani yang Hilang 10 Tahun Tapi Cairkan Dana Pensiun!

Abdurahman | 22 Mei 2026, 15:33 WIB
Gubernur Jabar Siapkan Rp750 Juta: Cari Aman Yani yang Hilang 10 Tahun Tapi Cairkan Dana Pensiun!
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi adakan Sayembara siapkan Rp750 Juta: Cari Aman Yani yang Hilang 10 Tahun Tapi Cairkan Dana Pensiun (Foto: YouTube Biro Adpim Jabar)

AKURAT BANTEN – Sebuah skandal besar dan penuh teka-teki membayangi persidangan kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu.

Kasus pembantaian lima nyawa yang terjadi pada September 2025 lalu kini melebar menjadi misteri konspirasi tingkat tinggi yang menyeret nama seorang pria yang telah lama lenyap.

Aman Yani, seorang mantan pegawai bank BUMN, mendadak jadi perbincangan nasional.

Namanya disebut di ruang sidang sebagai otak di balik pembunuhan keji tersebut.

Padahal, fakta mengejutkannya: Aman Yani sudah hilang bak ditelan bumi sejak tahun 2016.

Saking peliknya kasus ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sampai turun tangan langsung.

Tidak main-main, sang Gubernur menyiapkan dana stimulus hingga Rp 750 juta demi memburu dan menemukan keberadaan Aman Yani, hidup atau mati.

Baca Juga: Dituduh Terkait Konflik Ukraina, Billy Syahputra Ditahan Imigrasi Rusia 1,5 Jam, Tangis Pecah Saat Tiba di Belarus!

Lenyap Sejak 2016, Tiba-tiba "Menjelma" Jadi Otak Pembantaian

Sengkarut ini bermula ketika sidang dengan terdakwa Ririn Rifanto (36) dan Priyo Bagus Setiawan (30) digelar.

Di hadapan majelis hakim, Priyo "bernyanyi" dan mengklaim bahwa aksi keji mereka terhadap keluarga Haji Sahroni dikendalikan oleh beberapa orang, dengan Aman Yani sebagai aktor intelektualnya.

Pernyataan ini langsung membuat pihak keluarga Aman Yani syok sekaligus geram.

Sang adik, Uyat Suratman, menegaskan kakaknya sudah hilang kontak sejak Maret 2016 setelah pamit merantau ke Bandung.

Sejak hari itu, tak ada satu pun kabar, telepon, maupun jejak yang ditinggalkan.

Namun, kejutan terbesar justru muncul dari aliran dana perbankan milik pria yang hilang tersebut.

Baca Juga: Darurat Judi Online Anak Indonesia, Puan Sebut Negara Tak Boleh Kalah dari Jaringan Digital

Misteri Cairnya Dana Pensiun Rp400 Juta

Di sinilah plot twist terbesar dalam kasus ini terungkap. Meski raganya tidak ketahuan ada di mana selama satu dekade, dana pensiun Aman Yani senilai Rp 400 juta ternyata berhasil dicairkan.

Pencairan tersebut diurus oleh seorang pengacara bernama Khotibul atas arahan dari salah satu terdakwa, Ririn Rifanto.

Mereka menggunakan modal sebuah surat kuasa yang diklaim ditandatangani langsung oleh Aman Yani.

Anehnya, pengacara dan pemberi kuasa mengaku tidak pernah bertatap muka secara langsung.

Kejanggalan ini diperkuat oleh kesaksian Uyat. Ia mengaku pernah didekati oleh seseorang di masa lalu dan diminta melakukan tindakan ilegal yang mencurigakan.

Baca Juga: 9 WNI Relawan Gaza Tiba di Turki, Cerita Ditendang hingga Disetrum Saat Ditahan Israel

Gubernur Jabar Turun Tangan: Siapkan Rp 750 Juta!

Mendengar ada warganya yang hilang misterius namun hak pensiunnya dirampok dan namanya dijadikan kambing hitam kasus pembunuhan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung bereaksi keras lewat media sosialnya.

Gubernur Dedi menegaskan bahwa negara akan hadir untuk meluruskan keadilan.

Ia meminta Aman Yani untuk segera pulang jika memang masih hidup, dan berjanji uang pensiun yang hilang akan diganti berkali-kali lipat lewat dana bantuan pemerintah.

Baca Juga: IndiHome Lebak Didemo Massa, Warga Soroti Dugaan Tak Berizin dan Kabel Semrawut

Strategi Licik Terdakwa Mengambinghitamkan Orang Hilang?

Merasa harkat dan martabat keluarganya diinjak-injak, pihak keluarga Aman Yani tidak tinggal diam.

Didampingi kuasa hukum, mereka resmi melaporkan terdakwa Priyo Bagus Setiawan ke Polres Indramayu atas dugaan merintangi proses peradilan (obstruction of justice).

Pihak keluarga menduga kuat bahwa nama Aman Yani sengaja "dihidupkan kembali" di ruang sidang oleh para pelaku sebagai taktik usang.

Strategi ini diduga sengaja dirancang untuk mengaburkan fakta persidangan, mengulur waktu vonis, dan menyesatkan fokus penyidik dari aktor intelektual yang sebenarnya di lapangan.

Kini, bola panas berada di tangan Polres Indramayu. Polisi terus melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap: Apakah Aman Yani sebenarnya masih hidup dan bersembunyi?

Ataukah ia justru telah menjadi korban kejahatan lain di masa lalu yang namanya kini dimanfaatkan secara keji oleh sindikat kriminal?

Satu hal yang pasti, misteri pembantaian Indramayu ini telah berubah menjadi drama kriminal paling menegangkan tahun ini yang dinanti jutaan pasang mata.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman