Banten

KBIHU Tak Patuh Bakal Ditindak! Dahnil Pastikan Puncak Haji 2026 Berjalan Aman

Viona Sebastian Nolani | 25 Mei 2026, 14:21 WIB
KBIHU Tak Patuh Bakal Ditindak! Dahnil Pastikan Puncak Haji 2026 Berjalan Aman
Jelang Armuzna, Kemenhaj Perketat Penataan Tenda dan Mitigasi Layanan Jemaah. (haji.go.id)

AKURAT BANTEN - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus memperkuat kesiapan menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa seluruh skema pelayanan hingga langkah mitigasi di lapangan terus diperketat agar jemaah haji Indonesia dapat menunaikan ibadah secara tertib, aman, dan nyaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamenhaj saat memberikan keterangan di Makkah, Jumat (22/5/2026).

"Ini tinggal dua hari lagi masa puncak haji atau Armuzna; Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tentu kami sudah mempersiapkan dengan maksimal upaya-upaya antisipasi dan mitigasi beberapa masalah yang bisa muncul," ujar Dahnil.

Baca Juga: Terungkap! Mayoritas Daging Dam Jemaah Haji Indonesia 2026 Bakal Dikirim ke Palestina

Ia menjelaskan, salah satu perhatian utama pemerintah saat ini adalah penataan tenda jemaah. Petugas telah diterjunkan untuk memastikan penempatan jemaah berlangsung tertib berdasarkan kloter, wilayah asal, hingga sistem pendataan nama atau by name.

"Kami sudah memastikan masalah tenda untuk ada penertiban supaya semua jemaah nanti bisa mendapat tenda sesuai kebutuhan. Sekarang tim sedang memasang dan memastikan, misalnya kloter satu di mana, kloter dua di mana, Sumatera Utara di mana, Jawa Tengah di mana, bahkan kita cek by name," jelasnya.

Dahnil menekankan bahwa seluruh proses mobilitas dan pengaturan jemaah selama fase puncak haji wajib berada di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah.

Ia pun mengingatkan KBIHU serta seluruh pihak terkait agar mematuhi aturan pemerintah demi menjaga keteraturan dan keselamatan jemaah.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia yang Hilang di Arab Saudi Ditemukan Wafat, Ini Fakta Muhammad Firdaus

"Saya dan Pak Menteri berulang kali menyatakan KBIHU harus tertib, karena pelaksana tunggal dari penyelenggaraan haji adalah Kementerian Haji dan Umrah. Maka semua aturan harus ikut komando Kementerian Haji dan Umrah," tegasnya.

Ia juga memastikan pemerintah akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar aturan dan berpotensi merugikan jemaah haji.

"Kalau ada KBIHU atau oknum-oknum lain yang tetap bandel, saya pastikan kami akan segera cabut izinnya. Kami tidak mau jemaah dikorbankan dan dirugikan," ujarnya.

Menurut Dahnil, penyelenggaraan haji tahun ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi para tamu Allah.

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar layanan haji benar-benar berfokus pada kebutuhan jemaah.

"Pesan utama Presiden adalah kalian melayani mimpi besar umat muslim. Setiap muslim mimpinya naik haji. Jadi kami melayani mimpi-mimpi mereka agar menjadi lebih sempurna," pungkasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.