Jemaah Haji Indonesia Hilang Lalu Ditemukan Meninggal, DPR Soroti Dugaan Kelalaian Petugas

AKURAT BANTEN - Kasus hilangnya jemaah haji Indonesia yang kemudian ditemukan meninggal dunia kembali menjadi perhatian serius Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI.
Peristiwa ini mencuat setelah Firdaus Akhlan, jemaah haji asal Kelompok Terbang (Kloter) JKG 27, ditemukan wafat usai sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga tersesat saat menjalankan ibadah haji.
Merespons kejadian tersebut, Anggota Timwas Haji sekaligus Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengungkapkan rasa duka dan keprihatinan mendalam.
Menurutnya, insiden ini menunjukkan adanya celah dalam pengawasan terhadap jemaah haji di lapangan yang perlu segera dievaluasi.
Baca Juga: 200 Candi Kecil di Prambanan Terbengkalai, DPR Usul Dana Fantastis hingga Rp 1 Triliun
"Ini tentu bagi kita sangat prihatin dan miris. Ada jemaah yang hilang, begitu diketemukan sudah dalam keadaan meninggal. Kalau terkait dengan nyawa manusia, rasa-rasanya kok seperti terabaikan," ujar Marwan Dasopang kepada Parlementaria di Makkah.
Marwan menilai kejadian tersebut sangat disayangkan karena pemerintah telah menyiapkan banyak petugas haji yang memiliki pelatihan khusus untuk mendampingi jemaah selama berada di Tanah Suci.
"Padahal kita punya petugas yang dikirim ke sini dan terlatih. Ada jemaah tersesat, tidak tahu kembali seperti apa, itulah yang membuat kita miris. Urusan meninggal memang bukan urusan kita (takdir), tapi urusan meninggal karena kelalaian, wah itu memprihatinkan sekali. Ini tidak boleh terjadi," tegas Politisi Fraksi PKB ini.
Sebagai bentuk evaluasi sekaligus langkah antisipasi, Marwan meminta seluruh petugas haji agar lebih teliti dalam memantau kondisi fisik maupun psikologis jemaah.
Baca Juga: Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp 5.800 Triliun, Pemerintah Siapkan Jurus AI Nasional
Ia juga menekankan pentingnya pengelompokan jemaah berdasarkan tingkat kemandirian, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan pengawasan lebih intensif.
"Saya mengimbau para petugas kita harus cermat dan dipilah-pilah. Mana yang kategori didampingi terus, ya harus didampingi. Masa dibiarkan lansia bergerak sendiri? Tidak bisa bertanya, tidak bisa membaca, bahkan kemampuan untuk bergerak sudah tidak memungkinkan," papar Marwan.
Lebih jauh, Timwas DPR RI mengingatkan agar kejadian jemaah tersesat tidak kembali terulang, terutama menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Marwan menilai kondisi di lokasi tersebut akan dipenuhi jutaan jemaah, sehingga membutuhkan kesiapan maksimal dari seluruh petugas haji Indonesia.
"Ini tidak boleh terjadi lagi, apalagi besok. Karena di Arafah suasananya seperti lautan manusia, begitu juga di Muzdalifah dan di Mina menuju Jamarat. Ini harus hati-hati, para petugas diaktifkan, semua disiapkan agar tidak ada lagi jemaah yang tersesat," pungkasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D







