Banten

Geopolitik Global Memanas, DPR Ingatkan Risiko Besar bagi Produksi PT INKA

Viona Sebastian Nolani | 25 Mei 2026, 14:41 WIB
Geopolitik Global Memanas, DPR Ingatkan Risiko Besar bagi Produksi PT INKA
Anggota Komisi XI DPR RI, Fathi, saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi XI ke PT INKA, Madiun, Jawa Timur, (22/5/2026). (Foto: Dhika/ Arifman via dpr.go.id)

AKURAT BANTEN - Anggota Komisi XI DPR RI, Fathi, menyoroti potensi pengaruh situasi geopolitik global terhadap kelangsungan operasional industri perkeretaapian nasional.

Ia mengingatkan pentingnya langkah mitigasi risiko agar proses manufaktur di PT INKA tetap berjalan optimal tanpa terganggu oleh disrupsi pasokan komponen penting.

"Tadi belum tersampaikan bahwa adanya hambatan karena geopolitik ini, namun kita harapkan tentu tidak berdampak terlalu besar ya. Tetapi kalau misalnya memang dampak tidak secara langsung itu pasti ada," ujar Fathi kepada Parlementaria dalam kunjungan kerja spesifik Komisi XI ke PT INKA, Madiun, Jawa Timur, (22/5/2026).

Menanggapi kondisi tersebut, ia menjelaskan bahwa hingga kini sejumlah kebutuhan material produksi utama masih belum sepenuhnya tersedia di dalam negeri.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Hilang Lalu Ditemukan Meninggal, DPR Soroti Dugaan Kelalaian Petugas

Menurutnya, kebijakan mengandalkan pasokan dari luar negeri saat ini masih menjadi langkah strategis untuk menjaga efisiensi biaya produksi agar tetap kompetitif.

"Karena beberapa komponen itu masih kita impor terkait dengan seperti roda dan juga ada alat-alat elektronik yang memang diimpor. Kenapa tidak diproduksi di sini? Karena memang secara skala ekonomisnya belum bisa untuk diproduksi, dan akan lebih efisien untuk sekarang mengimpor beberapa komponen tersebut," imbuh Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

Lebih jauh, ia mendorong perusahaan untuk terus melakukan evaluasi terhadap roadmap pengembangan industri guna mewujudkan kemandirian rantai pasok secara bertahap.

Baca Juga: 200 Candi Kecil di Prambanan Terbengkalai, DPR Usul Dana Fantastis hingga Rp 1 Triliun

Menurutnya, pencapaian skala ekonomi menjadi faktor penting sebelum kebijakan substitusi impor dapat diterapkan secara penuh pada masa mendatang.

"Namun demikian ke depannya setelah nanti kapasitas produksi membesar, tentu kita harapkan satu waktu nanti bisa 100 persen tingkat kandungan dalam negeri dari produksi PT INKA ini," tegasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.