Pemkab Tangerang Buka Kolaborasi Internasional untuk Penguatan Pembangunan Daerah

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang membuka ruang kolaborasi internasional dalam bidang pembangunan daerah melalui pertukaran pengetahuan, inovasi, dan praktik pembangunan global.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan daerah agar lebih adaptif menghadapi tantangan global dan disrupsi.
"Seminar ini diselenggarakan sebagai forum strategis untuk memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan daerah melalui pertukaran pengetahuan, inovasi, dan praktik-praktik internasional," kata Soma saat membuka acara Tangerang International Development Seminar (TIDS) 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Bareskrim Polri Gerebek New Zone Medan, Gerakan Berantas THM Narkoba Kian Masif
Menurut Soma, perluasan kemitraan strategis menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi pembangunan daerah yang lebih cerdas, tangguh, dan berkelanjutan.
Melalui seminar bertema “Reimagining the Future of Region: Smart, Resilient, and Sustainable Pathways in a Disruptive World”, Pemkab Tangerang ingin menghadirkan ruang diskusi antar pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman dan inovasi pembangunan.
"Diharapkan, untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan inovasi di antara para pemangku kepentingan," jelasnya.
Baca Juga: Komdigi Resmi Blokir Polymarket, Platform Prediction Market Berbasis Kripto Diduga Judi Online
Ia menilai, kolaborasi lintas sektor dan internasional menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi penyusunan dan penyempurnaan dokumen pembangunan daerah ke depan.
"Ini untuk menghasilkan rekomendasi strategis bagi penyusunan dan penyempurnaan dokumen perencanaan pembangunan daerah," jelasnya.
Baca Juga: Sinar Mas Land Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Workshop AI dan Literasi Keuangan di BSD City
Soma menambahkan, Pemkab Tangerang juga terus mendorong kolaborasi riset dan pengembangan program bersama antara pemerintah daerah, akademisi, universitas, dan mitra internasional.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan kawasan perkotaan dan pesisir yang lebih adaptif serta memiliki ketahanan wilayah yang kuat.
"Diharapkan sebagai mendukung perencanaan pembangunan perkotaan dan pesisir yang adaptif untuk ketangguhan kewilayahan," kata dia.
Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia yang Hilang di Arab Saudi Ditemukan Wafat, Ini Fakta Muhammad Firdaus
Seminar TIDS 2026 sendiri digelar secara hybrid atau kombinasi luring dan daring dengan melibatkan sekitar 400 peserta offline dan 200 peserta online.
Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintah, akademisi, praktisi pembangunan, peneliti, mahasiswa, hingga organisasi internasional.
Dalam seminar tersebut, peserta dibagi ke dalam empat ruang diskusi paralel yang membahas sejumlah isu strategis, seperti pembangunan perkotaan dan pesisir, ekonomi berkelanjutan, ekosistem inovasi daerah, hingga transformasi digital dan tata kelola cerdas.
“Seminar ini menghadirkan para pembicara terkemuka, baik internasional maupun nasional, dari berbagai institusi dan negara,” tutur Soma. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







