Prancis Murka! Siap Tuntut Israel atas Dugaan Kekerasan terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla

AKURAT BANTEN - Pemerintah Prancis membuka kemungkinan menempuh langkah hukum terkait dugaan perlakuan brutal militer Israel terhadap peserta Global Sumud Flotilla (GSF), termasuk sejumlah warga negara Prancis yang berada dalam konvoi kemanusiaan menuju Jalur Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Prancis, Sebastien Lecornu, yang menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya akan berhenti pada kecaman politik, tetapi juga mempertimbangkan proses hukum atas insiden yang menimpa warganya.
“Selain kecaman yang diperlukan dari sudut pandang politik, kami juga harus bertindak karena terdapat korban dari warga negara Prancis. Kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan melaporkan seluruh tindakan yang terekam dalam video tersebut kepada otoritas hukum kami. Tidak ada siapa pun yang boleh menyerang rakyat Prancis tanpa konsekuensi dan tanpa respons,” ujar Lecornu, Rabu (27/5/2026).
Baca Juga: Penganiayaan Berujung Maut di Blok M, Polisi Tetapkan Selebgram Woodyrman sebagai Tersangka
Pernyataan itu merujuk pada video yang diunggah pejabat keamanan nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, pada 20 Mei 2026.
Rekaman tersebut memperlihatkan pasukan keamanan Israel memaksa para aktivis flotilla bersujud di lantai dalam kondisi terikat.
Dalam video yang sama, Ben-Gvir juga terlihat melontarkan pernyataan yang dinilai provokatif terhadap para peserta pelayaran kemanusiaan tersebut.
Sebelumnya, Global Sumud Flotilla melaporkan adanya 30 kasus patah tulang yang dialami para aktivisnya. Organisasi itu menuding pasukan Israel melakukan tindakan kekerasan saat operasi penghentian konvoi berlangsung.
Baca Juga: Jurnalis BMC Tangerang Bagikan Daging Kurban: Sopir Angkot, Ojol dan Pedagang Kecil Tersenyum
Laporan mengenai rencana langkah hukum juga sebelumnya disampaikan media Prancis, FranceInfo. Disebutkan bahwa para peserta GSF tengah menyiapkan gugatan terhadap Israel di sejumlah negara setelah mengalami dugaan kekerasan saat pelayaran mereka dihentikan.
Konvoi Global Sumud Flotilla diketahui berangkat dari Barcelona pada 15 April 2026 dengan membawa bantuan kemanusiaan untuk warga di Jalur Gaza.
Namun, pada 18 Mei 2026, pelayaran tersebut dilaporkan dikepung oleh kapal militer Israel di perairan internasional. Menurut keterangan GSF, konvoi dicegat sekitar 250 mil laut dari pesisir Gaza dan menghadapi tindakan yang disebut sebagai kekerasan selama proses penghentian.
Baca Juga: Kasus Joki SNBT Meledak di Kedokteran, Pemerintah Ungkap Angka Hampir 99%
Insiden ini kembali memicu sorotan internasional terhadap keamanan misi kemanusiaan menuju Gaza serta meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel, terutama dari negara-negara yang warganya terlibat dalam konvoi tersebut. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










