Dua Komandan Hamas Tewas, Iran Sebut Timur Tengah Tak Akan Damai Selama Israel Masih Ada

AKURAT BANTEN - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melontarkan kecaman keras terhadap Israel menyusul tewasnya dua komandan senior Hamas dalam serangan di Jalur Gaza.
Dalam pernyataan resminya, IRGC bahkan menilai perdamaian di kawasan Timur Tengah tidak akan tercapai selama Israel masih berdiri.
Pernyataan tersebut disampaikan IRGC setelah dua petinggi sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, yakni Mohammed Odeh dan Ezzeddin al-Haddad alias Abu Suhaib, dilaporkan tewas akibat serangan Israel.
Baca Juga: Wamen Komdigi Sebut Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Bisa Ubah Masa Depan Digital Indonesia
Menurut laporan, Mohammed Odeh meninggal dunia dalam serangan yang menghantam wilayah Kota Gaza. Tidak hanya dirinya, istri serta tiga anaknya juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut.
IRGC menyebut insiden itu kembali menunjukkan apa yang mereka gambarkan sebagai tindakan brutal Israel terhadap warga Palestina dan para tokoh perlawanan di Gaza.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (28/5/2026), IRGC menuding Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berbagai aksi kekerasan yang terus berulang di kawasan tersebut.
Baca Juga: Salurkan 482 Hewan Kurban, Sinar Mas Land Kampanyekan Idul Adha Ramah Lingkungan
“Peristiwa ini kembali memperlihatkan sifat predator dan jahat rezim Zionis,” demikian isi pernyataan IRGC.
Kelompok Hamas yang memiliki hubungan erat dengan Iran turut mengonfirmasi kematian Mohammed Odeh. Ia disebut tewas dalam serangan udara besar-besaran Israel yang terjadi pada Rabu (27/5/2026).
Odeh diketahui merupakan figur penting dalam Brigade Ezzedine al-Qassam. Ia baru beberapa hari menduduki posisi strategis setelah menggantikan Ezzeddin al-Haddad yang sebelumnya juga tewas akibat serangan Israel pada 15 Mei 2026.
Baca Juga: Golkar Buka Suara dan Respons Viralnya Lagu 'MBG' Mas Bahlil Ganteng
Kematian dua komandan senior tersebut dinilai menjadi pukulan besar bagi struktur militer Hamas di tengah konflik yang masih berlangsung di Jalur Gaza.
IRGC Kritik Rencana Perdamaian Gaza dan Dukungan Barat
Selain mengecam operasi militer Israel, IRGC juga mengkritik rencana perdamaian untuk Gaza yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal tahun ini.
Menurut IRGC, gagasan perdamaian tersebut dianggap tidak memiliki makna selama aksi militer dan korban sipil terus terjadi di Gaza.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut bahwa upaya diplomatik tidak akan efektif apabila pembunuhan, serangan, dan aksi teror masih berlangsung di lapangan.
Baca Juga: Proyek LRT Bogor Kembali Dibahas, KAI Ungkap Alasan Pentingnya Ekstensi Jalur
Tak hanya itu, Garda Revolusi Iran turut menyoroti dukungan Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat terhadap Israel. Mereka menilai dukungan tersebut memperpanjang konflik dan memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan.
IRGC juga menyatakan bahwa rangkaian konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun menunjukkan kegagalan pihak-pihak yang mengaku membela hak asasi manusia untuk menghentikan kekerasan di Palestina.
Ketegangan antara Israel, Hamas, dan para sekutunya terus menjadi sorotan internasional, sementara kondisi keamanan serta krisis kemanusiaan di Jalur Gaza masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







