Banten

Program Makan Bergizi Gratis Bakal Hadir di Arab Saudi? BGN Bidik Ribuan Anak PMI di Jeddah

Viona Sebastian Nolani | 2 Juni 2026, 20:31 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Bakal Hadir di Arab Saudi? BGN Bidik Ribuan Anak PMI di Jeddah
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Arab Saudi. (iStock)

AKURAT BANTEN - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah membuka peluang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Arab Saudi untuk menjangkau anak-anak Indonesia yang menempuh pendidikan di Jeddah.

Jika terealisasi dan mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto, program tersebut berpotensi menjadi implementasi pertama MBG di luar negeri.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan, rencana tersebut muncul setelah dirinya melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Jeddah saat berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji reguler tahun ini.

Dalam kunjungan itu, Dadan menerima berbagai masukan dan aspirasi dari para siswa terkait program MBG yang saat ini telah berjalan di Indonesia.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Kemayoran Hanguskan 300 Rumah, 620 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Menurut Dadan, para pelajar di Sekolah Indonesia Jeddah mengikuti perkembangan program-program pemerintah Indonesia, termasuk MBG.

Banyak di antara mereka menyampaikan harapan agar dapat merasakan manfaat yang sama seperti siswa-siswa di tanah air yang telah menerima program tersebut.

Dari hasil peninjauan lapangan, BGN melihat adanya potensi besar untuk mengembangkan layanan pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di Arab Saudi.

Saat ini, Sekolah Indonesia Jeddah memiliki sekitar 1.080 siswa yang mayoritas berasal dari keluarga pekerja migran Indonesia (PMI).

Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Pertama di ASEAN yang Bangun Scorpene Evolved, PT PAL Beberkan Progres Terbarunya

Selain itu, terdapat Sekolah Indonesia Makkah dengan jumlah siswa sekitar 400 orang.

Dadan menilai respons terhadap rencana tersebut sangat positif.

Antusiasme tidak hanya datang dari para siswa, tetapi juga tenaga pendidik.

Meski kunjungan dilakukan saat masa libur sekolah, ratusan siswa dan puluhan guru tetap hadir untuk menyambut kedatangannya.

Baca Juga: Prabowo Bongkar Alasan Indonesia Lebih Tangguh Dibanding Banyak Negara di Tengah Krisis Global

Ia menjelaskan, secara prinsip mekanisme pelaksanaan MBG di luar negeri tidak akan berbeda jauh dengan yang diterapkan di Indonesia.

Namun, karena program akan dijalankan di luar wilayah nasional, diperlukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Menurut Dadan, kerja sama lintas instansi akan melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna memastikan program dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pola kemitraan yang digunakan dalam pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga akan mengacu pada model yang selama ini diterapkan di Indonesia.

Baca Juga: KM Tri Samudra Jaya 69 Terbakar di Perairan Sambas, TNI AL dan Tim Gabungan Bergerak Cepat

Sementara untuk menu makanan yang disediakan, BGN akan menyesuaikannya dengan kondisi serta ketersediaan bahan pangan di Arab Saudi.

Opsi yang dipertimbangkan adalah mengombinasikan menu khas Timur Tengah dengan makanan Indonesia agar tetap memenuhi standar gizi sekaligus sesuai dengan selera para siswa.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.