Banten

Bakar Lilin di Depan Taman Gajah, Mahasiswa Desak Presiden Usut Tuntas Dugaan Persoalan di BGN

David Amanda | 3 Juni 2026, 21:14 WIB
Bakar Lilin di Depan Taman Gajah, Mahasiswa Desak Presiden Usut Tuntas Dugaan Persoalan di BGN
Bakar Lilin di Depan Taman Gajah, Mahasiswa Desak Presiden Usut Tuntas Dugaan Persoalan di BGN (foto: istimewa)

AKURAT BANTEN - Sejumlah mahasiswa dan kelompok masyarakat yang tergabung dalam Amanah Penderitaan Rakyat menggelar aksi bakar lilin dan membentangkan spanduk di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, tepat di depan Taman Gajah, Rabu (3/6/2026) malam.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum terkait dugaan persoalan yang berkembang di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Massa juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas setiap dugaan pelanggaran yang ada tanpa pandang bulu.

Baca Juga: OTT KPK Seret Kepala Imigrasi Jakarta Ronald Amran, Dugaan Suap Pengurusan KITAP dan KITAS Terungkap

Koordinator aksi, Saipul Basri atau yang akrab disapa Bung Marcel, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan tegaknya supremasi hukum.

"Kami atas nama Amanah Penderitaan Rakyat melakukan penyampaian aspirasi dalam rangka mengawal dan mendesak proses hukum yang hari ini sedang berjalan terkait Kepala Badan Gizi Nasional. Kami meminta agar aparatur penegak hukum menindaklanjuti persoalan ini sampai tuntas dan mengusutnya hingga ke akar-akarnya," kata Marcel.

Menurutnya, Presiden Republik Indonesia juga perlu memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan tidak tebang pilih.

Baca Juga: 104 Pertandingan dan 48 Negara! Piala Dunia 2026 Siap Ubah Sejarah Sepak Bola Dunia

"Kami meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia agar mengusut tuntas persoalan ini sampai ke akar-akarnya dan tidak ada hukum tebang pilih. Kami akan terus mengawal proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap dugaan kasus yang terjadi di ruang lingkup Badan Gizi Nasional," ujarnya.

Dalam aksi yang berlangsung dengan menyalakan lilin sebagai simbol keprihatinan tersebut, massa turut membawa spanduk berisi tuntutan agar aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan independen.

Meski mengkritisi dugaan persoalan yang terjadi di tubuh BGN, Marcel menegaskan pihaknya tetap mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Baca Juga: Kasus Jual Beli Titik SPPG Diduga Jadi Alasan Kejagung Geledah Kantor BGN

"Terkait program MBG, kami rasa ini program yang sangat baik. Hanya saja perlu adanya evaluasi total. Dengan adanya persoalan yang berkembang saat ini, tentu menjadi momentum untuk melakukan perbaikan dan pembenahan secara menyeluruh," katanya.

Ia menilai evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Kami berharap program makan bergizi gratis ini lebih diprioritaskan kepada daerah-daerah yang memang membutuhkan. Kami mendukung program tersebut, namun perlu dilakukan evaluasi terhadap berbagai kekurangan agar program ini berjalan lebih baik dan sesuai tujuan yang diharapkan," ucapnya.

Baca Juga: Tragedi Usai CT Scan di Sleman, Ibu Bocah 3 Tahun Tempuh Jalur Hukum usai Anak Meninggal Setelah Sedasi

Marcel juga berharap pimpinan BGN yang baru Nanik S. Deyang dapat menjalankan tugas secara profesional serta memperbaiki tata kelola lembaga agar tidak kembali muncul persoalan serupa di masa mendatang.

"Kepada pimpinan yang baru, kami menghimbau agar menjalankan tugas dan fungsinya secara baik dan benar agar tidak terjadi lagi persoalan-persoalan yang selama ini menjadi sorotan publik," pungkasnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.