Banten

Akses Internet Sangihe dan Sitaro Dijaga Ketat, Kemkomdigi Kerahkan Satelit Satria

Viona Sebastian Nolani | 5 Juni 2026, 14:50 WIB
Akses Internet Sangihe dan Sitaro Dijaga Ketat, Kemkomdigi Kerahkan Satelit Satria
Kemkomdigi menambah kapasitas bandwidth hingga mencapai 50 s.d. 150 Mbps pada 154 titik akses layanan menggunakan jaringan Satelit Republik Indonesia (Satria). (komdigi.go.id)

AKURAT BANTEN - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bergerak cepat menjaga layanan telekomunikasi dan internet bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, agar tetap beroperasi selama proses perbaikan kabel laut Palapa Ring segmen Tahuna-Melonguane berlangsung.

Sebagai langkah antisipasi, Kemkomdigi melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) meningkatkan kapasitas bandwidth hingga 50 sampai 150 Mbps di 154 titik akses layanan dengan memanfaatkan jaringan Satelit Republik Indonesia (Satria).

Selain itu, Kemkomdigi juga terus menjalin koordinasi dengan operator seluler untuk memastikan konektivitas di berbagai layanan publik dan objek vital di kawasan tersebut tetap stabil.

Langkah ini dilakukan agar layanan komunikasi, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Baca Juga: KPK Tangkap Wamen Imigrasi Silmy Karim, Skandal Izin Tinggal Asing Terbongkar

Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Indra Maulana, menegaskan pemerintah terus memprioritaskan keberlangsungan layanan masyarakat sambil mengawal proses pemulihan infrastruktur yang masih berlangsung.

"Seluruh manuver operasional serta penggunaan peralatan bawah laut harus dilakukan secara sangat terukur. Kami harus berhati-hati untuk menjaga keamanan serta keandalan infrastruktur telekomunikasi eksisting di sekitar area kerja," ujar Indra Maulana di Jakarta Pusat, Rabu (03/06/2026).

Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Darien Aldiano mengatakan seluruh tim teknis terus bekerja optimal guna mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi.

"Kami memohon maaf atas penyesuaian jadwal ini. Walau menghadapi tantangan cuaca dan karakteristik dasar laut yang ekstrem, seluruh tim teknis tetap berupaya maksimal. Pekerjaan terus dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan jaringan agar layanan kembali normal secepatnya," kata Darien Aldiano.

Baca Juga: Lawatan Prabowo ke Prancis Jadi Polemik, Tagihan Hotel Miliaran Rupiah Dipertanyakan

Proses restorasi kabel laut tersebut menghadapi berbagai kendala teknis di lapangan.

Selain dipengaruhi kondisi cuaca laut yang berubah-ubah, area pengerjaan juga berada dekat koridor kabel laut aktif segmen Ondong Siau-Tahuna sehingga seluruh tahapan pekerjaan harus dilakukan dengan tingkat ketelitian tinggi.

Di sisi lain, tim teknis juga harus menghadapi kondisi dasar laut yang didominasi batuan dengan kontur curam.

Kondisi tersebut membuat proses identifikasi hingga penanganan kabel memerlukan kehati-hatian ekstra demi menjaga keselamatan pekerjaan sekaligus memastikan hasil restorasi tetap optimal.

Dengan mempertimbangkan tantangan operasional tersebut, target penyelesaian pekerjaan dan jadwal Ready For Service (RFS) yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei hingga 2 Juni 2026 diperkirakan mundur dan disesuaikan hingga 6 Juni 2026.

Kemkomdigi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses restorasi hingga selesai serta memastikan masyarakat di Sangihe dan Sitaro tetap memperoleh akses komunikasi dan layanan digital yang andal sebagai bagian dari pemerataan konektivitas di wilayah perbatasan Indonesia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.