AS Ancam Tinggalkan Israel? Netanyahu Kena Teguran Keras Trump Usai Serangan Iran: Kau Akan Sendirian!

AKURAT BANTEN - Konflik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan pada Senin, 8 Juni 2026. Insiden ini menjadi bentrokan pertama antara kedua negara sejak Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata pada April lalu.
Di tengah memanasnya situasi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak mengambil langkah yang dapat memperburuk konflik dan menggagalkan upaya perdamaian yang sedang dirintis.
Trump meminta Netanyahu menahan diri. Dalam wawancara telepon dengan media Axios, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Netanyahu pada Minggu malam waktu setempat.
Baca Juga: Eks Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Resmi Gabung Persija, Era Baru Macan Kemayoran Dimulai
Dalam percakapan tersebut, Trump tegas meminta Israel untuk tidak membalas serangan yang dilancarkan Iran dan mengingatkan resikonya.
"Saya mengatakan, sebaiknya berhati-hati karena Anda bisa saja menghadapi situasi sendirian dalam waktu dekat," ujar Trump pada Netanyahu.
Trump juga mengklaim bahwa pemerintah Israel memberikan informasi yang sangat terlambat kepada Washington terkait operasi militernya. Menurutnya, saat pemberitahuan diterima, pasukan Israel sudah bergerak menuju target.
Meski demikian, Trump menyebut dirinya berhasil membatasi skala serangan yang direncanakan Israel guna mencegah eskalasi yang lebih luas.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2,733 Juta per Gram, Ahli Prediksi Ada Kenaikan Besar
Presiden AS itu mengungkapkan bahwa dirinya menerima telepon dari lima negara di kawasan Timur Tengah yang meminta Washington menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan respons militer Israel.
Menurut Trump, negara-negara tersebut khawatir bentrokan baru akan menghancurkan kesepakatan yang sebelumnya berhasil dinegosiasikan antara Amerika Serikat dan Iran.
"Mereka sangat khawatir. Mereka menyukai kesepakatan yang telah kami capai," kata Trump.
Trump juga menyebut pemerintahannya menerima pesan dari Iran pada Senin pagi yang mengindikasikan kesiapan Teheran untuk menghentikan aksi militer apabila Israel melakukan hal serupa.
Baca Juga: 5 Kandidat Terkuat Juara Piala Dunia 2026: Spanyol Memimpin, Argentina dan Prancis Mengintai
Menurutnya, Iran meminta Amerika Serikat menyampaikan pesan kepada Israel bahwa mereka tidak berencana melanjutkan serangan jika situasi tetap kondusif.
Pernyataan tersebut menunjukkan masih adanya peluang diplomasi untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih besar di kawasan.
Trump dilaporkan telah meminta Netanyahu menggunakan pertimbangannya sendiri dalam mengambil keputusan. Namun, ia menegaskan bahwa upaya perdamaian dengan Iran tidak boleh dikorbankan.
Trump menekankan bahwa proses negosiasi dengan Teheran masih berlangsung secara aktif dan pemerintahannya terus berupaya mencapai kesepakatan yang lebih permanen.
Baca Juga: Curhat Siswa Korban Bullying di Hadapan Prabowo, Jawaban Presiden Jadi Sorotan
Ia menilai langkah militer besar-besaran hanya akan menimbulkan biaya yang sangat tinggi, memperpanjang ketidakstabilan regional, serta berpotensi membuat Selat Hormuz ditutup dalam waktu lama.
Eskalasi terbaru antara Iran dan Israel kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut dapat memicu lonjakan harga energi global.
Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak dunia berpotensi memberikan tekanan terhadap biaya impor energi, inflasi, serta stabilitas ekonomi nasional.
Baca Juga: Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Tangis Haru Warnai Prosesi di Istana
Trump sendiri menegaskan bahwa solusi diplomatik tetap menjadi pilihan terbaik. Menurutnya, jika upaya perdamaian gagal akibat keputusan yang tidak bijaksana, konsekuensinya bisa sangat besar dan merugikan semua pihak yang terlibat.
"Jika orang-orang bertindak bodoh, kita bisa berakhir dalam situasi yang mengharuskan penghancuran infrastruktur suatu negara. Dan itu bukan sesuatu yang baik karena pada akhirnya harus dibangun kembali," ujar Trump. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







