MAKIN MEMBARA! Iran Hujani 18 Aset Militer AS di Bahrain dan Kuwait dengan Rudal, Selat Hormuz Resmi Ditutup

JAKARTA — Situasi di Timur Tengah berada di ambang perang skala penuh. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan baru saja meluncurkan serangan rudal besar-besaran yang menargetkan sedikitnya 18 aset militer strategis Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain pada Kamis (11/6/2026).
Serangan mematikan dua gelombang ini menandai eskalasi terdahsyat sejak runtuhnya kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran yang sempat bertahan sejak April lalu.
Konflik yang semula berupa ketegangan diplomatik kini telah berubah menjadi baku tembak terbuka yang mengancam stabilitas global.
Baca Juga: Disebut 'Ngajak Perang' oleh Kubu Jokowi, Roy Suryo Balik Polisikan Advokat Lechumanan!
Dua Gelombang Rudal Iran Hancurkan Pangkalan Udara AS
Menurut laporan resmi dari AFP yang mengutip pernyataan IRGC, Teheran meluncurkan operasi militer secara presisi.
Target utamanya adalah instalasi udara dan logistik milik Angkatan Darat serta Angkatan Udara AS yang berada di jantung Teluk Persia.
Selama dua gelombang operasi, 18 target penting milik Angkatan Darat AS di Pangkalan Angkatan Udara Ali Al Salem dan Ahmad al-Jaber (Kuwait) telah dihantam dengan telak, bunyi rilis resmi IRGC.
Tidak berhenti di situ, badai rudal Iran juga menyasar Bahrain. Pangkalan Udara Sheikh Isa yang menjadi salah satu tumpuan kekuatan udara sekutu Barat dilaporkan hancur.
Bahkan, media lokal Iran mengklaim bahwa markas komando Armada Kelima AS (US 5th Fleet) di Bahrain—yang bertugas mengamankan jalur maritim Timur Tengah—turut menjadi sasaran gempuran tersebut.
Ketakutan di Bahrain: Sirene Bahaya Berbunyi, Warga Diminta Berlindung
Eskalasi mendadak ini memicu kepanikan luar biasa. Kementerian Dalam Negeri Bahrain langsung mengaktifkan sirene peringatan darurat di seluruh penjuru negeri.
Pihak berwenang mendesak warga sipil untuk tetap tenang namun segera mengevakuasi diri ke bungker atau lokasi aman terdekat.
Bagi Bahrain dan Kuwait, wilayah mereka kini resmi menjadi medan pertempuran langsung antara dua kekuatan militer raksasa dunia.
Berawal dari "Neraka" di Selat Hormuz
Serangan rudal ke pangkalan AS ini merupakan aksi balasan lanjutan setelah Selat Hormuz berubah menjadi zona tempur sehari sebelumnya.
Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan terjadinya baku tembak sengit secara langsung antara Angkatan Laut AS dan militer Iran di jalur pelayaran minyak paling vital di dunia tersebut.
Sebelum IRGC melepaskan rudal-rudalnya, jet tempur dan kapal perang AS dilaporkan telah membombardir tujuh titik pesisir strategis milik Iran.
Wilayah yang digempur AS meliputi kota pelabuhan utama Bandar Abbas, Sirik, Qeshm, hingga Pulau Hengam.
Baca Juga: GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
Selat Hormuz Ditutup Total: Ancaman Krisis Energi Global
Merespons agresi udara AS, Komando Gabungan Militer Iran langsung mengambil langkah ekstrem yang ditakuti dunia internasional: Menutup total lalu lintas Selat Hormuz.
Iran menegaskan bahwa penutupan ini berlaku mutlak bagi seluruh kapal, termasuk kapal tanker minyak komersial yang memasok kebutuhan energi dunia.
Teheran bahkan mengeluarkan ancaman akan menembak jatuh atau menenggelamkan kapal apa pun yang nekat melanggar blokade maritim tersebut.
Langkah sepihak Iran ini diprediksi akan langsung memicu guncangan hebat pada pasar minyak mentah dunia, mengingat hampir seperlima konsumsi minyak global melintasi selat sempit ini setiap harinya.
Dengan posisi mantan Presiden Donald Trump di AS yang saling klaim kemenangan di udara, dunia kini menanti dengan cemas: Apakah ketegangan ini akan mereda, ataukah ini awal dari Perang Dunia Ketiga di tanah Timur Tengah? (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










