Banten

Prabowo Ungkap Strategi Diplomasi Indonesia Hadapi Geopolitik Dunia yang Kacau

Viona Sebastian Nolani | 11 Juni 2026, 15:34 WIB
Prabowo Ungkap Strategi Diplomasi Indonesia Hadapi Geopolitik Dunia yang Kacau
Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI). (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif di tengah kondisi geopolitik global yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Rabu (10/06/2026).

“Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa lawan siapa. Kita beruntung, saya beruntung, Presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita, bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik non-aligned, politik nonblok,” tuturnya.

Baca Juga: Pemerintah Gandeng Nokia dan NVIDIA, Indonesia Siap Jadi Kekuatan Baru AI Dunia

Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia memilih menjalin hubungan persahabatan dengan seluruh negara tanpa berpihak kepada kekuatan manapun.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus ikut menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

“Kita bersahabat sama semua negara, kita bersahabat sama semua kekuatan. Kita tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapapun. Karena itu, begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non-aligned, politik nonblok, politik bebas aktif. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo juga menilai posisi Indonesia di berbagai forum internasional membuat peran Indonesia semakin strategis dalam percaturan dunia.

Baca Juga: Indonesia Bersinar di WSIS Prizes 2026, 3 Inovasi Digital Ini Bikin Dunia Kagum

Ia menyebut luasnya relasi diplomatik yang dimiliki Indonesia menjadi kekuatan penting untuk memperjuangkan kepentingan bangsa di tingkat global.

“Kita Indonesia ini, negara terbesar di ASEAN. Kita anggota APEC, anggota Konferensi Islam, OKI, sekarang anggota BRICS, anggota G20,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan para pemimpin dunia demi melindungi kepentingan rakyat Indonesia.

Menurut Presiden, komunikasi dan kunjungan ke berbagai negara merupakan konsekuensi dari posisi Indonesia sebagai negara besar yang disegani dan memiliki pengaruh dalam dinamika internasional.

“Untuk membela kepentingan rakyat, memang kita harus memelihara hubungan baik dengan semua pemerintah itu. Makanya saya katakan, politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik. Kita ingin menjadi tetangga yang baik kepada semua negara sekitar kita dan negara yang lain di dunia,” jelas Presiden Prabowo.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.