Banten

Prabowo Bantah Usir Investor Asing, Klaim Banyak Investor Global Ingin Masuk ke Indonesia

Viona Sebastian Nolani | 12 Juni 2026, 11:12 WIB
Prabowo Bantah Usir Investor Asing, Klaim Banyak Investor Global Ingin Masuk ke Indonesia
Presiden Indonesia Prabowo Subianto. (Instagram/@prabowo)

AKURAT BANTEN - Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu (10/6/2026) membantah tudingan bahwa pemerintahannya bersikap anti terhadap investor asing.

Ia menegaskan, hingga saat ini banyak investor global yang masih menunjukkan minat besar untuk menanamkan modal di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah tetap fokus menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif bagi dunia bisnis serta kalangan pengusaha, termasuk dengan memastikan penegakan hukum berjalan dengan baik.

"Sebagian orang mengatakan bahwa Prabowo tidak menyukai investor asing dan akan mengusir mereka. Ternyata itu tidak benar. Saya telah bertemu banyak investor yang ingin masuk," katanya.

Baca Juga: Heboh di Bali! Buronan Australia Berusaha Kabur, Tertangkap Saat Bersembunyi di Toilet Pesawat

Prabowo menilai para pengusaha memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan negara karena mampu membuka lapangan pekerjaan.

Karena itu, pemerintah berkewajiban menghadirkan lingkungan yang mendukung pertumbuhan usaha dan investasi.

"Bagian dari menciptakan kondisi yang baik itu adalah kita harus menjunjung tinggi supremasi hukum. Jika kita tidak menjunjung tinggi hukum, yang akan kita miliki adalah hukum rimba, pelanggaran hukum. Yang akan berlaku adalah kekuasaan yang sewenang-wenang," katanya.

Selain membahas investasi, Prabowo juga menyinggung perkembangan Indonesia dalam upaya mencapai swasembada pangan dan energi.

Ia menyebut Indonesia kini telah berada pada tahap swasembada pangan dan optimistis sektor energi nasional akan semakin kuat dalam tiga tahun mendatang, seiring upaya pemerintah mempercepat industrialisasi melalui program hilirisasi komoditas.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.