Jerman Nyaris Dipermalukan Curacao, Strategi Nagelsmann Jadi Penyelamat di Piala Dunia 2026

AKURAT BANTEN - Pada menit ke-21 laga antara Jerman melawan Curacao, ketika Der Panzer masih memimpin 1-0, gelandang Livano Comenencia melepaskan tembakan keras yang sempat ditepis Manuel Neuer sebelum akhirnya masuk ke gawang dan membuat skor berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut menjadi gol pertama Curacao sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.
Negara dengan jumlah penduduk kurang dari 200 ribu jiwa itu juga baru pertama kali tampil di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Setelah gol penyeimbang tercipta, Jerman sempat berada dalam tekanan.
Baca Juga: Diduga Prabowo Ikut Nikmati Dana Program MBG, BGN Bongkar Fakta Sebenarnya
Curacao tampil penuh semangat, terus menekan lini pertahanan lawan, dan terlihat mampu menciptakan kejutan lain di pertandingan itu.
"Selama sekitar lima atau enam menit, lawan mendapatkan lebih banyak kepercayaan diri, sementara kami menjadi agak tenang dan pasif," ujar pelatih Jerman Julian Nagelsmann setelah pertandingan.
Pelatih Nagelsmann melanjutkan, “Saat itu, kami benar-benar membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Jeda minum air di antara pertandingan sangat membantu.”
Jeda minum selama tiga menit tersebut memutus momentum permainan Curacao dan memberi kesempatan kepada staf pelatih Jerman untuk kembali menata permainan tim yang mulai kehilangan arah.
Baca Juga: Sel Surya dari Bakteri Ungu, Teknologi Energi Masa Depan yang Ramah Lingkungan
Setelah jeda minum, perubahan permainan terlihat cukup jelas dari kedua tim. Salah satu perubahan terbesar tampak pada tempo distribusi bola Jerman.
Dalam 20 menit awal, Jerman memang mendominasi penguasaan bola, tetapi aliran bola mereka terlalu lambat sehingga sulit membongkar pertahanan lawan.
Seusai jeda, kombinasi operan satu sentuhan dan dua sentuhan lebih sering digunakan sehingga Die Mannschaft mampu mengalirkan bola ke area berbahaya dengan tempo yang jauh lebih cepat.
Jerman juga mulai lebih agresif memanfaatkan sektor sayap, khususnya sisi kiri lapangan.
Nathaniel Brown, yang sebelumnya lebih fokus bertahan, mulai aktif membantu serangan hingga masuk ke area lawan.
Bek berusia 23 tahun itu menjadi pengambil sepak pojok yang menghasilkan gol Nico Schlotterbeck untuk membawa Jerman unggul 2-1, sebelum akhirnya ia turut mencatatkan nama di papan skor pada babak kedua.
Penampilan impresif tersebut membuat Brown menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam laga itu.
Selain itu, Jamal Musiala dan Florian Wirtz mulai lebih sering menerima bola di posisi yang menguntungkan.
Keduanya tidak lagi terlalu sering turun ke belakang untuk membantu membangun serangan.
Duo kreatif Jerman tersebut lebih banyak bergerak di antara lini pertahanan Curacao, tempat mereka memiliki ruang cukup untuk menunjukkan kemampuan mengolah bola di area sempit sekaligus menciptakan peluang berbahaya.
Data statistik setelah pertandingan juga memperlihatkan perubahan besar dalam permainan Jerman.
Tim asuhan Nagelsmann menorehkan total 26 tembakan dengan expected goals (xG) mencapai 3,91, sedangkan Curacao hanya mencatatkan 0,40 xG.
Pada babak pertama saja, Jerman sudah menghasilkan 16 percobaan tembakan, menjadi catatan terbanyak yang dibuat sebuah tim nasional dalam satu babak pertandingan Piala Dunia sejak 2006.
Meski begitu, kemenangan atas Curacao belum bisa dijadikan tolok ukur utama bagi ambisi Jerman untuk merebut gelar juara Piala Dunia.
Namun hasil tersebut tetap memberi suntikan kepercayaan diri besar bagi Jerman.
Dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya, Jerman selalu kalah di laga pembuka dan bahkan gagal melewati fase grup.
Kemenangan ini juga memperpanjang rekor kemenangan mereka menjadi 10 laga beruntun sekaligus membuat total gol Jerman di Piala Dunia mencapai 239 gol, melewati Brasil sebagai tim paling produktif sepanjang sejarah turnamen.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026








