Belanda Akhirnya Minta Maaf ke Komunitas Maluku, Ini Sejarah Kelam yang Terungkap

AKURAT BANTEN - Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten, pada hari Minggu menyampaikan permintaan maaf resmi atas nama negara kepada komunitas Maluku terkait perlakuan tidak adil yang mereka alami selama puluhan tahun setelah Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda.
Sebagian besar warga Maluku yang berasal dari wilayah yang dikenal sebagai “kepulauan rempah-rempah” di Indonesia bagian timur, sebelumnya banyak yang direkrut untuk bertugas di militer kolonial Belanda selama masa perjuangan kemerdekaan pasca Perang Dunia II.
Setelah Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1949, sekitar 12.500 orang Maluku dipindahkan ke Belanda melalui program relokasi resmi yang diklaim sebagai langkah perlindungan dari potensi balasan di tanah air.
Awalnya, mereka dijanjikan hanya tinggal sementara di Belanda sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia yang sudah merdeka, sesuai kesepakatan antara pemerintah Belanda dan Indonesia saat itu.
Baca Juga: Indonesia Tancap Gas AI Tetapi Tantangan Infrastruktur Masih Jadi Penghambat Utama
Namun dalam perjalanannya, pemerintah Belanda tidak menepati janji tersebut.
Para warga Maluku justru menetap dalam kondisi yang serba terbatas, minim dukungan pekerjaan, serta kurang mendapatkan proses integrasi ke dalam masyarakat Belanda secara layak.
Dalam peresmian monumen yang menandai periode kelam tersebut, Jetten yang terlihat emosional menyampaikan di hadapan ratusan warga Maluku di Rotterdam bahwa sudah "saatnya" pemerintah Belanda menyampaikan permintaan maaf.
"Atas penerimaan dan perumahan yang tidak memadai. Atas perasaan diabaikan dan ditinggalkan. Atas kerinduan yang tak terpenuhi akan rumah. Dan atas kesedihan dan penderitaan di begitu banyak keluarga. Untuk semua ini, saya menyampaikan permintaan maaf saya hari ini atas nama pemerintah Belanda," kata Jetten.
Baca Juga: Rebutan Bintang Inggris Dimulai! Arsenal vs PSG vs MU Incar Morgan Rogers
Monumen Ulu Kora sendiri diresmikan di kawasan Lloydkade, Rotterdam, lokasi bersejarah tempat kapal pertama yang membawa warga Maluku tiba di pelabuhan Belanda.
Para mantan personel militer langsung diberhentikan dari dinas, sementara sebagian lainnya ditempatkan di bekas kamp yang sebelumnya digunakan sebagai pusat penahanan Yahudi pada masa pendudukan Nazi di Belanda.
Pada era 1970-an, muncul sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan oleh generasi kedua warga Maluku, yang merasa dikhianati karena Belanda tidak memenuhi janji untuk membantu mewujudkan tanah air merdeka bagi mereka.
"Saya menyadari ketidakadilan tidak bisa tiba-tiba dihilangkan dengan permintaan maaf. Kita tidak bisa mengubah jalannya sejarah dan realitas saat ini hanya dengan beberapa kalimat," kata Jetten.
"Namun saya berharap kata-kata yang baru saja saya ucapkan dipahami sebagai bentuk pengakuan dan tindakan keadilan sejarah bagi Anda," tambahnya.
Dalam acara tersebut, banyak anggota komunitas yang hadir sambil membawa foto keluarga dari generasi pertama warga Maluku yang kini telah meninggal, sebagai bentuk penghormatan dan pengingat sejarah panjang yang mereka alami.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








