AHY Undang Belanda Gabung Bangun Giant Sea Wall, Proyek Rp1.297 Triliun yang Jadi Prioritas Prabowo

AKURAT BANTEN - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak pelaku usaha asal Belanda untuk kembali ambil bagian dalam proyek raksasa Tanggul Laut atau Giant Sea Wall.
Proyek yang dirancang untuk melindungi pesisir utara Pulau Jawa dari ancaman banjir rob dan penurunan tanah ini telah masuk dalam agenda prioritas nasional dan membutuhkan dukungan lintas negara.
Baca Juga: Prabowo dan PM Singapura Saksikan 19 Penandatanganan MoU, Mulai dari Energi Hijau hingga Ekstradisi
Dalam forum The Netherlands–Indonesia CEO Roundtable Discussion yang digelar di Jakarta, Selasa, AHY menyampaikan bahwa Belanda sudah punya rekam jejak panjang dalam proyek ini sejak fase awal.
Oleh karena itu, ia berharap kemitraan yang pernah terjalin bisa ditingkatkan lagi menjadi kerja sama jangka panjang yang lebih kuat dan saling menguntungkan.
Baca Juga: Miris! Bocah 12 Tahun di Batam Meninggal Usai Ditolak Rawat Inap BPJS, Ombudsman Kepri Turun Tangan
“Saya percaya Anda semua memiliki pengalaman dan keahlian untuk membantu kami mencapai tujuan besar ini,” kata AHY di hadapan 14 perwakilan perusahaan asal Belanda yang tergabung dalam Misi Ekonomi ke Indonesia.
“Mari kita eksplorasi kolaborasi baru yang lebih erat dan berdampak positif bagi kedua bangsa,” sambungnya.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Tak Geser Bumdes, Ini Penjelasan Mendes Yandri
Pembangunan Giant Sea Wall menjadi sangat mendesak mengingat sejumlah wilayah di pesisir utara Jawa—termasuk Jakarta, Semarang, dan Pekalongan—mengalami penurunan muka tanah hingga 10–15 cm per tahun.
Tanpa perlindungan infrastruktur tangguh, kawasan-kawasan padat penduduk dan industri itu terancam tenggelam dalam jangka waktu yang tidak lama.
Dalam Konferensi Infrastruktur Internasional (ICI) 2025 yang digelar Kamis (12/6) di JCC Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali pentingnya proyek ini.
Menurut dia, pembangunan tanggul laut yang membentang dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dengan panjang sekitar 500 kilometer ini, tidak bisa ditunda lagi.
“Ini bukan lagi opsi, tapi sudah menjadi keharusan,” tegas Prabowo.
Baca Juga: Dua Pengelola Komunitas Gay Surabaya Ditangkap Polisi, Grup Medsos Eksklusif Dibongkar
Ia menyebut total kebutuhan anggaran mencapai 80 miliar dolar AS, atau sekitar Rp1.297 triliun. Prabowo juga mengungkapkan rencana pembentukan badan khusus bernama Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa untuk mempercepat perencanaan dan implementasi proyek ini yang diperkirakan memakan waktu hingga 20 tahun.
Baca Juga: Kembali Waspada! Lonjakan Kasus COVID-19 Ancam Jemaah Haji, Kemenkes Dorong Protokol Kesehatan Ketat
Tak hanya Giant Sea Wall, dalam pertemuan dengan pelaku usaha Belanda itu, AHY juga menyinggung berbagai peluang kerja sama lain. Di antaranya pengembangan kota pintar (smart cities), pembangunan kawasan berbasis transit (transit-oriented development), proyek perumahan berkelanjutan, hingga proyek kereta cepat Jakarta–Surabaya.
Semua itu menjadi bagian dari visi besar Indonesia membangun masa depan yang tahan terhadap perubahan iklim dan mampu menciptakan kualitas hidup lebih baik bagi warganya.
Baca Juga: Innailaihi, Musisi Muda Gusti Irwan Wibowo Alias Gustiwiw Meninggal Dunia
AHY berharap, peran sektor swasta internasional—termasuk dari Belanda—bisa menjadi katalisator dalam percepatan pembangunan infrastruktur strategis Indonesia, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









