Banten

AHY Undang Belanda Gabung Bangun Giant Sea Wall, Proyek Rp1.297 Triliun yang Jadi Prioritas Prabowo

Andi Syafrani | 17 Juni 2025, 09:16 WIB
AHY Undang Belanda Gabung Bangun Giant Sea Wall, Proyek Rp1.297 Triliun yang Jadi Prioritas Prabowo

AKURAT BANTEN - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak pelaku usaha asal Belanda untuk kembali ambil bagian dalam proyek raksasa Tanggul Laut atau Giant Sea Wall.

Proyek yang dirancang untuk melindungi pesisir utara Pulau Jawa dari ancaman banjir rob dan penurunan tanah ini telah masuk dalam agenda prioritas nasional dan membutuhkan dukungan lintas negara.

Baca Juga: Prabowo dan PM Singapura Saksikan 19 Penandatanganan MoU, Mulai dari Energi Hijau hingga Ekstradisi

Dalam forum The Netherlands–Indonesia CEO Roundtable Discussion yang digelar di Jakarta, Selasa, AHY menyampaikan bahwa Belanda sudah punya rekam jejak panjang dalam proyek ini sejak fase awal.

Oleh karena itu, ia berharap kemitraan yang pernah terjalin bisa ditingkatkan lagi menjadi kerja sama jangka panjang yang lebih kuat dan saling menguntungkan.

Baca Juga: Miris! Bocah 12 Tahun di Batam Meninggal Usai Ditolak Rawat Inap BPJS, Ombudsman Kepri Turun Tangan

“Saya percaya Anda semua memiliki pengalaman dan keahlian untuk membantu kami mencapai tujuan besar ini,” kata AHY di hadapan 14 perwakilan perusahaan asal Belanda yang tergabung dalam Misi Ekonomi ke Indonesia.

“Mari kita eksplorasi kolaborasi baru yang lebih erat dan berdampak positif bagi kedua bangsa,” sambungnya.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Tak Geser Bumdes, Ini Penjelasan Mendes Yandri

Pembangunan Giant Sea Wall menjadi sangat mendesak mengingat sejumlah wilayah di pesisir utara Jawa—termasuk Jakarta, Semarang, dan Pekalongan—mengalami penurunan muka tanah hingga 10–15 cm per tahun.

Tanpa perlindungan infrastruktur tangguh, kawasan-kawasan padat penduduk dan industri itu terancam tenggelam dalam jangka waktu yang tidak lama.

Baca Juga: Polemik 4 Pulau Aceh–Sumut Memanas, Kemendagri Temukan Data Baru Jelang Keputusan Presiden, Apa Saja Itu?

Dalam Konferensi Infrastruktur Internasional (ICI) 2025 yang digelar Kamis (12/6) di JCC Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali pentingnya proyek ini.

Menurut dia, pembangunan tanggul laut yang membentang dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dengan panjang sekitar 500 kilometer ini, tidak bisa ditunda lagi.

“Ini bukan lagi opsi, tapi sudah menjadi keharusan,” tegas Prabowo.

Baca Juga: Dua Pengelola Komunitas Gay Surabaya Ditangkap Polisi, Grup Medsos Eksklusif Dibongkar

Ia menyebut total kebutuhan anggaran mencapai 80 miliar dolar AS, atau sekitar Rp1.297 triliun. Prabowo juga mengungkapkan rencana pembentukan badan khusus bernama Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa untuk mempercepat perencanaan dan implementasi proyek ini yang diperkirakan memakan waktu hingga 20 tahun.

Baca Juga: Kembali Waspada! Lonjakan Kasus COVID-19 Ancam Jemaah Haji, Kemenkes Dorong Protokol Kesehatan Ketat

Tak hanya Giant Sea Wall, dalam pertemuan dengan pelaku usaha Belanda itu, AHY juga menyinggung berbagai peluang kerja sama lain. Di antaranya pengembangan kota pintar (smart cities), pembangunan kawasan berbasis transit (transit-oriented development), proyek perumahan berkelanjutan, hingga proyek kereta cepat Jakarta–Surabaya.

Semua itu menjadi bagian dari visi besar Indonesia membangun masa depan yang tahan terhadap perubahan iklim dan mampu menciptakan kualitas hidup lebih baik bagi warganya.

Baca Juga: Innailaihi, Musisi Muda Gusti Irwan Wibowo Alias Gustiwiw Meninggal Dunia

AHY berharap, peran sektor swasta internasional—termasuk dari Belanda—bisa menjadi katalisator dalam percepatan pembangunan infrastruktur strategis Indonesia, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC