Banten

Netanyahu Diteriaki 'Mundur!' Saat Hadiri Wisuda Militer, Krisis Politik Israel Memanas

Aullia Rachma Puteri | 26 Juni 2026, 13:13 WIB
Netanyahu Diteriaki 'Mundur!' Saat Hadiri Wisuda Militer, Krisis Politik Israel Memanas
netanyahu diteriaki mundur

AKURAT BANTEN – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi momen tidak biasa ketika menghadiri upacara wisuda perwira militer.

Di tengah pidatonya, terdengar teriakan dari sejumlah hadirin yang meminta dirinya mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri.

Peristiwa tersebut terjadi dalam acara kelulusan perwira yang digelar pada Kamis (25/6) waktu setempat.

Suasana yang semula berlangsung khidmat berubah ketika beberapa peserta melontarkan seruan "mundur" kepada Netanyahu di hadapan tamu undangan dan jajaran petinggi militer.

Baca Juga: AS Ancam Tinggalkan Israel? Netanyahu Kena Teguran Keras Trump Usai Serangan Iran: Kau Akan Sendirian!

Insiden itu menjadi sorotan media Israel karena terjadi dalam forum resmi yang dihadiri para calon pemimpin militer negara tersebut.

Meski sempat diwarnai teriakan, rangkaian acara tetap berlangsung hingga selesai.

Dalam pidatonya, Netanyahu tetap menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga keamanan nasional.

Ia memberikan apresiasi kepada para lulusan akademi militer yang dinilai akan memegang peran strategis dalam memperkuat pertahanan Israel di tengah situasi keamanan kawasan yang masih penuh tantangan.

Baca Juga: Israel Banjir Kecaman, Netanyahu Akhirnya Buka Suara Soal Penahanan WNI dalam Global Sumud Flotilla Gaza

Namun, aksi protes tersebut menunjukkan bahwa kritik terhadap kepemimpinan Netanyahu belum mereda.

Selama beberapa waktu terakhir, tekanan politik terhadap pemerintahannya terus meningkat, baik dari kalangan oposisi maupun sebagian masyarakat yang menilai pemerintah gagal menangani berbagai persoalan nasional.

Desakan agar Netanyahu melepaskan jabatannya semakin menguat setelah konflik berkepanjangan di kawasan Gaza memicu perdebatan mengenai kebijakan pemerintah.

Sejumlah pihak menilai diperlukan kepemimpinan baru untuk membawa perubahan dalam strategi politik maupun keamanan Israel.

Baca Juga: Sebut Misi Kemanusiaan 'Rencana Jahat', Netanyahu Puji Pasukan Israel yang Tangkap 9 WNI di Kapal Gaza, Ini Daftarnya!

Bukan hanya kelompok oposisi, keluarga para sandera yang masih berada di Gaza juga beberapa kali menggelar demonstrasi.

Mereka mendesak pemerintah mengambil langkah yang dinilai lebih efektif untuk mempercepat pembebasan para sandera dan mengakhiri konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Meski menghadapi tekanan dari berbagai arah, Netanyahu belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur.

Ia justru menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjalankan operasi keamanan demi melindungi kepentingan nasional Israel.

Baca Juga: Netanyahu Derita Kanker saat Perang Israel vs Iran, Dirahasiakan Demi Alasan Politik

Pengamat politik menilai insiden di acara wisuda militer memiliki makna simbolis yang cukup besar.

Pasalnya, forum tersebut biasanya berlangsung formal dan jarang diwarnai aksi protes terbuka terhadap kepala pemerintahan.

Munculnya seruan agar Netanyahu mundur di lingkungan yang berkaitan dengan militer dianggap mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan di dalam negeri.

Di sisi lain, koalisi pendukung Netanyahu masih mempertahankan dukungannya di parlemen sehingga posisinya sebagai perdana menteri belum mengalami perubahan.

Baca Juga: Sebut Misi Kemanusiaan 'Rencana Jahat', Netanyahu Puji Pasukan Israel yang Tangkap 9 WNI di Kapal Gaza, Ini Daftarnya!

Kendati demikian, tekanan publik diperkirakan akan terus meningkat apabila pemerintah belum mampu meredakan ketegangan politik dan memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi Israel.

Perkembangan situasi politik Israel diperkirakan masih akan menjadi perhatian dunia internasional.

Selain berpengaruh terhadap stabilitas pemerintahan di dalam negeri, dinamika tersebut juga dinilai dapat memengaruhi kondisi keamanan dan geopolitik di kawasan Timur Tengah dalam waktu mendatang.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.