Banten

2.500 Jembatan Gantung Dibangun, Target 5.000 Jembatan Indonesia Rampung Akhir 2026

Viona Sebastian Nolani | 29 Juni 2026, 18:44 WIB
2.500 Jembatan Gantung Dibangun, Target 5.000 Jembatan Indonesia Rampung Akhir 2026
Progres pembangunan jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia. (BPMI SETPRES)

AKURAT BANTEN - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengunggah video yang memperlihatkan perkembangan pembangunan jembatan gantung di sejumlah daerah Indonesia melalui akun media sosialnya pada Minggu, 21 Juni 2026.

Ribuan jembatan yang tengah dibangun tersebut menjadi bagian dari kerja sama pemerintah, TNI Angkatan Darat, dan masyarakat untuk memperluas akses serta memperkuat konektivitas hingga wilayah terpencil.

Dalam keterangan yang disampaikan bersama unggahan itu, Seskab Teddy menyebut pembangunan jembatan bukan hanya soal membangun infrastruktur.

Akan tetapi juga menghadirkan akses baru dan memberikan harapan bagi masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akibat kondisi geografis.

Baca Juga: Barcelona Diam-Diam Kejar Harry Kane, Bayern Munich Beri Sindiran Keras

“Membangun jembatan, menghubungkan harapan,” tulis Seskab Teddy mengawali keterangannya.

Seskab Teddy menjelaskan, pembangunan jembatan di kawasan yang selama bertahun-tahun terpisahkan oleh sungai mampu membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat.

Atas dasar itu, Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembangunan jembatan gantung agar konektivitas antarwilayah semakin cepat, aman, dan merata di seluruh pelosok Indonesia.

“Di banyak wilayah yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai, kehadiran sebuah jembatan dapat mengubah kehidupan masyarakat. Melalui program pembangunan jembatan gantung, Presiden Prabowo mendorong konektivitas yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih merata hingga ke pelosok Indonesia,” ujar Seskab Teddy.

Baca Juga: Brasil vs Jepang di Piala Dunia, Ancelotti Waspadai Samurai Biru Siap Bikin Kejutan Besar

Lebih lanjut, Seskab Teddy mengatakan pembangunan jembatan gantung terus dikebut melalui kolaborasi antara pemerintah, TNI AD, dan warga setempat.

Infrastruktur tersebut menjadi jawaban atas tantangan akses di berbagai daerah yang selama ini sulit dijangkau karena medan berat dan minimnya sarana transportasi.

“Kini, melalui kerja sama pemerintah, TNI AD dan masyarakat, jembatan-jembatan baru pun terus hadir, menghubungkan wilayah-wilayah yang selama bertahun-tahun terpisahkan oleh sungai dan medan yang sulit dijangkau,” lanjutnya.

Seskab Teddy mengungkapkan pemerintah menargetkan pembangunan 2.500 jembatan gantung dapat rampung pada Agustus 2026.

Setelah itu, pembangunan akan terus dilanjutkan hingga mencapai target 5.000 jembatan pada akhir tahun mendatang.

Menurutnya, keberadaan jembatan gantung memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain memperlancar aktivitas dan mobilitas warga, jembatan tersebut juga membantu membuka akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, serta berbagai layanan publik lainnya.

“Dengan hadirnya jembatan gantung, anak-anak tidak lagi harus menyeberangi sungai untuk bersekolah, dan masyarakat dapat mengakses berbagai fasilitas publik dengan lebih mudah dan aman,” ungkapnya.

Bagi masyarakat, khususnya generasi muda di daerah terpencil, Seskab Teddy menilai jembatan memiliki arti yang lebih luas dari sekadar penghubung antarwilayah.

Infrastruktur itu menjadi tanda terbukanya peluang baru untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Bagi anak-anak yang harus berangkat sekolah setiap hari, jembatan bukan hanya penghubung dua tepi sungai. Jembatan adalah penghubung menuju masa depan,” tutur Seskab Teddy.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.