Seskab Teddy Tinjau Sekolah Rakyat 33 Tangsel, Kagum dengan Keterampilan Siswa

AKURAT BANTEN - Suasana meriah mewarnai kedatangan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan, Sabtu (19/10/2025) sore.
Sejak pukul 14.10 WIB, iring-iringan rombongan tiba di lokasi. Gus Ipul, yang lebih dulu datang, ikut berbaur bersama siswa menyambut kedatangan Seskab dengan lagu dan yel-yel semangat.
“SRMA 33 Tangerang Selatan, berpikir baik, berkata baik, berbuat baik,” teriak para siswa penuh semangat.
Baca Juga: SKANDAL TRILIUNAN: Pejabat Pertamina Main Mata dengan Harga Solar, Negara Rugi Rp9,41 T!
“Terimakasih bapak Letkol Teddy, doakan kami sukses, kami sayang bapak,” sambung yel-yel lainnya yang bergema di halaman sekolah.
Setelah disambut meriah, Gus Ipul dan Seskab Teddy langsung meninjau sejumlah ruangan di area sekolah.
Mereka juga menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan keterampilan yang diperagakan para siswa, mulai dari seni lukis, bela diri, hingga penampilan musik dan bahasa asing.
Baca Juga: VIRAL Kasus Lama Nadya Almira Tabrak Lari Adnan, Kini Ibu Korban Ungkap Rahasia Tak Terduga Ini
Kepada wartawan, Menteri Sosial Gus Ipul menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemantauan perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang telah beroperasi sejak Agustus 2025.
Ia menyebut, Seskab Teddy merupakan salah satu tokoh yang turut mengawal lahirnya program pendidikan alternatif tersebut.
“Jadi dari awal kami bersama Pak Teddy sudah berdiskusi dan membuat konsep sampai memulai tahapan-tahapan yang ada. Nah hari ini kita keliling, dan sebelumnya Pak Teddy juga sudah datang dan mengunjungi beberapa sekolah rakyat di tempat lain,” ujar Gus Ipul.
Baca Juga: Gus Ipul Fokus Kembangkan Sekolah Rakyat sebagai Fondasi Pengentasan Kemiskinan
“Nah tentu kita melihat setiap hari perkembangan-perkembangan pembelajaran di sekolah rakyat yang secara umum telah berjalan dengan baik,” sambungnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menilai SRMA 33 Tangsel memiliki struktur dan sistem pembelajaran yang terkelola baik, dengan peran aktif kepala sekolah, guru, wali kelas, hingga tenaga kependidikan.
“Dan di sekolah yang merupakan Sekolah Rakyat Menengah Atas, dimana tentu ada kepala sekolah, ada guru, ada wali kelas, wali asrama, dan tenaga kependidikan lain yang memulai pembelajaran dengan saling mengenal, saling bisa beradaptasi satu dengan yang lain,” jelasnya.
Ia mengakui, tantangan terbesar di tahap awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat adalah proses adaptasi antara siswa dan tenaga pengajar.
Namun, seiring berjalannya waktu, semangat kebersamaan mulai tumbuh dan menciptakan suasana belajar yang positif.
Baca Juga: Pensiunan PNS Seluruh Indonesia Bisa Terima Rapel Rp10 Juta Mulai November 2025? Ini Faktanya
“Nah tentu di dalam sekolah rakyat ini kita harapkan nanti kalau mereka lulus di tahun 2028, mereka sudah bisa memilih untuk bisa melanjutkan kuliah atau yang kedua mereka mau memilih untuk bekerja. Dan dua-duanya ini akan dikawal oleh sekolah rakyat,” ucapnya.
Sementara itu, Seskab Letkol Teddy mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi siswa-siswi SRMA 33 Tangsel.
“Di sini ada 138 anak-anak, dan tadi kalau teman-teman bisa lihat sendiri, sangat luar biasa. Jadi tadi ada yang bisa bahasa inggris, silat, ada yang bisa nyanyi, ada bisa melukis, dan lukisannya bagus sekali,” katanya.
Baca Juga: KUR Mandiri 2025 Resmi Naik Jadi Rp100 Juta, Bunga Rendah dan Cicilan Super Ringan
Teddy menegaskan, Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap anak-anak dari keluarga tidak mampu yang kesulitan mengakses pendidikan formal.
“Jadi untuk anak-anak yang dulu pernah sekolah, kemudian terputus, bahkan dia tidak pernah sekolah karena kesulitan ekonomi, bahkan anak yang tidak pernah sekolah, di sini lah kita sekolahkan lagi,” ujarnya.
Menurutnya, konsep sekolah rakyat tidak hanya memberikan pendidikan dan keterampilan, tetapi juga menjamin kebutuhan dasar para siswa.
Baca Juga: Satgas Radiasi Cs-137 Tuntaskan Dekontaminasi Pabrik dan Area Non-Industri
“Diberi pendidikan lagi, diberi keterampilan lagi, dan sekaligus bedanya kita diasramakan, artinya diberi tempat tinggal, diberi makan tiga kali makan bergizi, kemudian snack, dan vitamin dan lainnya,” imbuhnya.
Teddy menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan lintas kementerian dan arahan langsung dari Menteri Sosial.
“Tentunya ini dapat terwujud karena berkat dari Bapak Menteri Sosial, Pak Wamen, dan seluruh tim dari Kementerian Sosial, dan tentunya dengan kementerian lain yang bekerja sama sebelumnya,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










