Banten

Niat Hati Ingin Mengakhiri Hidup, Buruh Pabrik di Tangerang Justru Berakhir Jadi Pembunuh Driver Ojol

Abdurahman | 14 Juli 2026, 22:33 WIB
Niat Hati Ingin Mengakhiri Hidup, Buruh Pabrik di Tangerang Justru Berakhir Jadi Pembunuh Driver Ojol
Ilustrasi Pembunuhan (foto:Pusiknas Barekrim Polri)

AKURAT BANTEN– Sebuah malam yang tenang di Perumahan Villa Taman Bandara, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, mendadak berubah menjadi tragedi berdarah.

Niat seorang buruh pabrik berinisial D (25) untuk mengakhiri hidup karena terimpit beban ekonomi, justru berujung pada aksi pembunuhan sadis terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial ATP.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) dini hari ini menyisakan duka mendalam dan tanda tanya besar di benak masyarakat: bagaimana sebuah keputusasaan bisa mengubah seseorang menjadi pelaku kriminal dalam sekejap?

Baca Juga: Didesak Warga Tutup Kos Usai Diduga Jadi Lokasi Prostitusi, Satpol PP Kota Tangerang Pilih Verifikasi Dulu

Spontanitas yang Berujung Petaka

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, D awalnya berjalan di sekitar area perumahan dengan niat untuk mengakhiri hidup.

Beban berat biaya pernikahan yang tidak kunjung terpenuhi membuatnya kehilangan akal sehat.

Saat melintasi pos istirahat pengemudi ojol, D melihat korban sedang tertidur lelap, sementara sepeda motornya terparkir tak jauh dari jangkauan.

Melihat kesempatan di depan mata, niat bunuh diri D seketika sirna, berganti dengan hasrat untuk mencuri.

Ia pun mencoba mendekati korban untuk mengambil kunci motor dari saku celana korban.

Namun, ATP terbangun dan memberikan perlawanan yang membuat pelaku panik.

Karena dia bingung mencari uang untuk memenuhi biaya pernikahan. Saat berjalan, dia melihat korban sedang tidur. Namun, saat proses mencari kunci sepeda motor, korban terbangun dan melakukan perlawanan. Lalu setelah itu menusuk korban, — Kompol Arief Ryzki Wicaksana, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Belum Serentak, PUPR Kota Tangerang Akui Warga Masih Harus Menunggu Jadwal

Kejahatan yang Picu Kemarahan Publik

Aksi keji pelaku yang menusuk leher korban hingga tewas di tempat ini langsung memicu reaksi keras dari komunitas ojek online.

Video pascakejadian yang beredar luas di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @kabar.otista, menunjukkan narasi kemarahan warga dan rekan sesama pengemudi ojol atas hilangnya barang berharga milik korban, termasuk sepeda motor dan telepon genggam.

Kini, D tidak lagi memikirkan biaya pernikahannya. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan (curas).

Impian membangun keluarga harus digantikan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun berdasarkan Pasal 458 dan 479 ayat (3) KUHP.

Baca Juga: Sempat Cedera saat Lawan Maroko, Mbappe Dipastikan Siap Tempur? Ini Penjelasan Deschamps

Sebuah Pengingat Penting

Kasus ini menjadi cerminan kelam bagaimana tekanan ekonomi dan kesehatan mental yang tidak tertangani dapat berakibat fatal.

Tidak hanya merenggut nyawa ATP yang sedang mencari nafkah untuk keluarganya, tindakan ini juga menghancurkan masa depan pelaku sendiri.

Di tengah situasi ekonomi yang menantang, peristiwa di Kosambi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap saling menjaga, peduli terhadap sesama yang berada dalam tekanan, dan pentingnya mencari pertolongan profesional saat masalah terasa begitu berat untuk dipikul sendirian.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman