Reaktor Nuklir TRIGA 2000 Bandung Kembali Aktif, Begini Peran Strategisnya bagi Indonesia

AKURAT BANTEN - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengoperasikan Reaktor TRIGA 2000 Bandung sejak Februari 2026 melalui Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK).
Kembalinya operasional reaktor ini menjadi langkah penting dalam mendukung berbagai aktivitas penelitian, mulai dari riset reaktor nuklir, teknik analisis, pengembangan radioisotop dan radiofarmaka, hingga kegiatan pendidikan dan pelatihan.
Saat ditemui di BRIN Kawasan Sains Tamansari, Bandung, Kamis (9/7/2027), Ketua Tim Pengelolaan Instalasi Reaktor TRIGA (IRT), Abdul Rohim Iso Suwarso, menjelaskan bahwa Reaktor TRIGA 2000 masih mengantongi izin operasi tetap yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).
“Reaktor TRIGA 2000 saat ini memiliki izin operasi reaktor berdasarkan Keputusan Kepala BAPETEN Nomor 500/IO/Ka-BAPETEN/29-V-2017 tentang Perpanjangan Izin Operasi Reaktor TRIGA 2000 Bandung pada 29 Mei 2017 yang berlaku hingga Juli 2027, dengan daya 1000 kW,” terangnya.
Baca Juga: Lolos dari 54 Calon, Inilah Sosok Inspiratif Putri Babinsa yang Wakili Banten di Nasional
Meski masa berlaku izin masih berlangsung hingga 2027, BRIN telah mengajukan proses perpanjangan izin operasional sejak Mei 2024.
Pengajuan tersebut dilakukan tiga tahun sebelum izin berakhir dengan melengkapi seluruh dokumen yang menjadi persyaratan administratif dan teknis.
Reaktor TRIGA 2000 memiliki nilai historis sekaligus strategis bagi Indonesia.
Fasilitas yang diresmikan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pada 20 Februari 1965 itu kini menjadi aset vital negara sekaligus infrastruktur nasional yang berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir.
Baca Juga: Situasi Kritis! China 'Mencak-mencak' di PBB: Kebijakan AS Bawa Dunia ke Ambang Kehancuran
Salah satu pemanfaatan utama Reaktor TRIGA 2000 Bandung adalah mendukung penelitian teknik nuklir menggunakan metode Analisis Aktivasi Neutron (AAN).
Teknologi ini dimanfaatkan oleh Diah Dwiana Lestiani, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Analisis Berkas Nuklir BRIN.
Menurut Diah, AAN merupakan metode analisis nuklir yang digunakan untuk mengenali sekaligus mengukur kandungan unsur kimia di dalam suatu material.
“AAN merupakan teknik nuklir yang didasarkan pada reaksi penangkapan neutron oleh inti atom yang terdapat pada sampel uji. Reaksi tersebut menghasilkan radionuklida yang memancarkan sinar gamma karakteristik sehingga dapat diidentifikasi dan diukur kadar unsur-unsur di dalamnya,” terang Diah.
Ia menambahkan bahwa metode AAN menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan teknik analisis konvensional.
Selain mampu mendeteksi banyak unsur sekaligus, metode ini juga memiliki tingkat akurasi tinggi dan sanggup mengidentifikasi unsur hingga skala nanogram.
Karena kelebihannya tersebut, AAN telah diterapkan dalam berbagai bidang, seperti analisis kandungan mineral mikro dan makro pada pangan untuk menilai kecukupan gizi, pemantauan pencemaran lingkungan, hingga pengujian mutu dan keamanan berbagai produk.
Dengan kembali beroperasinya Reaktor TRIGA 2000, BRIN berharap pemanfaatan fasilitas tersebut semakin optimal sehingga mampu mempercepat perkembangan riset teknik analisis nuklir, membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, sekaligus memperluas kolaborasi penelitian baik di tingkat nasional maupun internasional.
Selain mendukung riset analisis nuklir, Reaktor TRIGA 2000 juga digunakan untuk pengembangan radioisotop serta sintesis senyawa bertanda oleh Periset Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri BRIN, Isti Daruwati.
Ia menjelaskan bahwa radioisotop diproduksi melalui proses aktivasi neutron di dalam reaktor.
“Neutron yang ditembakkan ke inti atom target akan diserap sehingga jumlah neutron di dalam inti bertambah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan inti atom menjadi tidak stabil dan berubah menjadi radioaktif atau membentuk radioisotop,” jelas Isti.
Radioisotop hasil produksi reaktor memiliki manfaat luas di berbagai sektor.
Pada bidang kedokteran nuklir, radioisotop digunakan untuk keperluan radiodiagnostik dan radioterapi.
Sementara itu, sektor industri memanfaatkannya dalam proses Non-Destructive Testing (NDT) atau pengujian material tanpa merusak objek yang diperiksa.
Di bidang pertanian, radioisotop berperan dalam program pemuliaan tanaman, penelitian penyerapan unsur hara, hingga penerapan teknik perunut (tracer).
Tidak hanya menghasilkan radioisotop, BRIN juga mengembangkan sintesis senyawa bertanda (labelled compounds), yakni senyawa yang satu atau beberapa atomnya digantikan oleh atom radioisotop.
Senyawa tersebut menjadi komponen penting dalam pengembangan radiofarmaka yang digunakan untuk diagnosis maupun terapi berbagai penyakit.
Pengembangan ini juga mendukung kemajuan riset biomedis serta farmasi nuklir di Indonesia.
Iso menegaskan bahwa dari sisi teknis, Reaktor TRIGA 2000 Bandung masih memenuhi seluruh persyaratan untuk terus dioperasikan.
“Sebagai operator reaktor, kami melihat Reaktor TRIGA laik dioperasikan hingga setelah 2027 karena berbagai Struktur, Sistem, dan Komponen (SSK) reaktor telah diremajakan dan sistem pendukung telah diperbarui, antara lain penguatan struktur gedung reaktor, penggantian sistem pendingin, pompa sekunder, cooling tower, serta sistem ventilasi. Upaya modernisasi tersebut merupakan komitmen BRIN dalam menjaga keandalan dan keselamatan pengoperasian reaktor,” tutupnya.
Ia juga memastikan bahwa persediaan elemen bakar masih memadai untuk mendukung siklus operasi reaktor sesuai jadwal.
Dengan demikian, kebutuhan penelitian bagi periset internal BRIN maupun pengguna dari luar institusi tetap dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Masyarakat, perguruan tinggi, pelaku industri, hingga lembaga penelitian yang ingin memanfaatkan layanan iradiasi Reaktor TRIGA 2000 Bandung dapat mengajukan permohonan melalui platform ELSA (E-Layanan Sains) BRIN.
Pengajuan dilakukan melalui menu Jasa Iradiasi Neutron Reactor Training Research Isotopes General Atomics (TRIGA) 2000 Fasilitas dalam Teras (Iradiasi Pendek) yang tersedia di situs resmi ELSA BRIN.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









