Iran Klaim Siap Hadapi Serangan AS, Trump Sebut Operasi Militer Jadi Sejarah Baru

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat makin memanas setelah serangan udara AS menyasar fasilitas nuklir Iran. Penasihat ketua parlemen Iran, Mehdi Mohammadi, mengungkap bahwa Teheran sudah menduga serangan itu bakal terjadi.
Menurutnya, fasilitas nuklir Fordow, yang jadi salah satu target utama, sudah dievakuasi sebelum serangan. Langkah ini, kata dia, berhasil meminimalisir kerusakan.
Baca Juga: Prabowo Teken Aturan Baru: Saksi Pelaku Kini Bisa Dapat Keringanan Hukum, Apa Itu?
“Kami nggak kaget dengan serangan ini,” ujar Mohammadi lewat unggahan di platform X.
“Beberapa hari sebelumnya, kami sudah antisipasi kemungkinan serangan ke Fordow. Aktivitas krusial sudah dipindahkan, jadi nggak ada kerusakan permanen di sana.”
Baca Juga: AS Bombardir Iran! Trump Klaim Luncurkan 3 Serangan Ke Situs Nuklir
Pernyataan ini jelas menepis klaim Presiden AS Donald Trump yang dengan percaya diri menyebut serangan itu sukses menghancurkan Fordow. Dalam unggahannya di Truth Social, Trump bahkan menyebut operasi militer ini sebagai “momen bersejarah” yang nggak cuma penting buat AS, tapi juga Israel dan dunia.
“Saya akan berpidato malam ini jam 10 waktu setempat soal operasi militer kami yang luar biasa sukses di Iran. Ini MOMEN BERSEJARAH BUAT AMERIKA, ISRAEL, DAN DUNIA!” tulis Trump dengan gaya khasnya yang penuh huruf kapital.
Baca Juga: BIADAB! Pemuda di Bekasi Tega Pukuli Ibu Kandung hingga Tersungkur Hanya Gara-gara Uang
Tak lama setelah unggahan itu, Truth Social langsung kewalahan karena dibanjiri pengguna yang penasaran dengan kabar terbaru, sampai platform itu sempat down sementara.
Trump nggak cuma sesumbar soal keberhasilan serangan. Dengan nada tegas, dia juga mendesak Iran untuk segera menghentikan konflik.
“IRAN HARUS SETUJU SEKARANG UNTUK AKHIRI PERANG INI. TERIMA KASIH!” serunya di unggahan yang sama, seolah memberikan ultimatum.
Gaya retoris Trump ini bikin warganet ramai berkomentar, banyak yang menyebutnya mirip seperti saat dia masih berkampanye. Tapi, di sisi lain, ada juga yang khawatir nada konfrontatif ini justru bikin situasi makin runyam.
Sementara itu, Iran belum memberikan tanggapan resmi dari presidennya soal serangan atau pernyataan Trump.
Tapi, sejumlah pejabat tinggi Iran sebelumnya sudah berulang kali menegaskan bahwa mereka nggak akan goyah meski dihadapkan pada tekanan militer. Program nuklir, yang selama ini jadi sumber konflik dengan Barat, tetap mereka bela sebagai bagian dari kedaulatan negara.
“Kami nggak akan tunduk pada ancaman atau intimidasi,” kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran beberapa hari sebelum serangan, menegaskan posisi Teheran.
Sikap keras ini bikin dunia internasional was-was, apalagi setelah ketegangan dengan Israel juga makin meruncing.
Konflik ini nggak cuma soal Iran dan AS. Ketegangan di Timur Tengah belakangan ini udah bikin banyak negara ikut menahan napas.
Baca Juga: Cuaca Cilegon Minggu 22 Juni 2025, Hati-hati Hujan Lebat Bakal Terjadi?
Serangan Israel ke target-target yang diduga terkait Iran di Suriah dan Lebanon, ditambah respons balasan dari kelompok-kelompok yang didukung Teheran, bikin situasi di kawasan makin nggak menentu. Sekarang, dengan serangan AS yang menyasar fasilitas nuklir, risiko eskalasi konflik terbuka makin nyata.
“Kalau nggak ada diplomasi yang serius, ini bisa jadi pemicu perang yang lebih besar,” kata seorang analis politik internasional dari Universitas Tehran.
Baca Juga: Diskusi PWI Serang Raya dan Kejaksaan Kupas Program Jaga Desa
PBB dan beberapa negara Eropa sudah mendesak semua pihak untuk menahan diri, tapi sejauh ini belum ada tanda-tanda deeskalasi.
Di tengah situasi yang panas, dunia kini menunggu langkah selanjutnya dari kedua belah pihak. Apakah Iran bakal membalas serangan ini, atau justru memilih jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan? Sementara itu, pidato Trump yang dijadwalkan malam ini diprediksi bakal bikin suasana makin ramai, baik di ranah politik maupun media sosial.
Baca Juga: Perang Iran Israel Cuma Bakar Duit? APBN Israel Jebol Segini Gegara Tambah Iran Jadi Musuh Militer
“Apa pun yang Trump katakan nanti, pasti bakal bikin heboh,” ujar seorang pengamat media di Washington.
Yang jelas, krisis ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas di Timur Tengah. Dengan kepentingan banyak negara yang saling bertabrakan, dari AS, Israel, hingga Iran, dunia cuma bisa berharap ada solusi damai sebelum semuanya terlambat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








