Banten

Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI dan Polri demi Hapus Kemiskinan, Ini Alasannya

Viona Sebastian Nolani | 20 Juli 2026, 16:28 WIB
Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI dan Polri demi Hapus Kemiskinan, Ini Alasannya
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)

AKURAT BANTEN - Pemerintah terus memperkuat upaya percepatan penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara terukur.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa bila diperlukan, alokasi anggaran pertahanan maupun kepolisian dapat dikurangi demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden dalam pidatonya usai memimpin Panen Raya Serentak di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Jumat (17/07/2026).

Presiden menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran menjadi bagian dari strategi besar dalam menyiapkan Indonesia menghadapi masa depan.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI, Meutya Hafid Sebut Hadiah Presiden untuk Rakyat Indonesia

Ia optimistis Indonesia akan menjadi salah satu negara terbesar di dunia pada periode 2045–2050.

Menurut Presiden, target tersebut hanya dapat diwujudkan apabila generasi muda saat ini dipersiapkan dengan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan yang memadai.

“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa kekuatan sebuah negara tidak semata-mata diukur dari aspek pertahanan dan keamanan.

Baca Juga: KRI Bima Suci Tinggalkan Bitung, Misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa 2026 Resmi Masuki Etape Terakhir

Menurutnya, rakyat yang sehat, kuat, dan sejahtera merupakan fondasi utama yang akan memperkokoh sistem pertahanan nasional Indonesia.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri atas kontribusinya dalam membantu masyarakat melalui berbagai program yang langsung dirasakan manfaatnya, seperti pembangunan jembatan serta penyediaan ribuan titik air bersih.

Menurut Presiden, seluruh elemen negara harus hadir untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ungkap Presiden.

Mengakhiri pidatonya, Presiden kembali menegaskan bahwa TNI dan Polri adalah institusi milik rakyat.

Karena itu, seluruh pengabdian kedua lembaga tersebut harus selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat serta berperan aktif dalam membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.

“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.