Banten

Prabowo Ungkap Capaian Indonesia: B50 Sukses, 50 Pabrik Bioetanol Dibangun, Motor Listrik Nasional Segera Meluncur

Viona Sebastian Nolani | 20 Juli 2026, 16:31 WIB
Prabowo Ungkap Capaian Indonesia: B50 Sukses, 50 Pabrik Bioetanol Dibangun, Motor Listrik Nasional Segera Meluncur
Presiden Prabowo Subianto pada acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)

AKURAT BANTEN - Indonesia terus membuktikan kemampuannya dalam mengoptimalkan berbagai potensi di sektor-sektor strategis untuk mendorong pertumbuhan nasional.

Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berhasil menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan pada sejumlah sektor prioritas yang menjadi fondasi kemajuan Indonesia.

“Kita kemarin berhasil mulai produksi, mulai pembangunan blok gas salah satu yang terbesar di kawasan kita setelah 28 tahun mangkrak, kita hidupkan. Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit,” ucap Presiden.

Produksi B50, yakni bahan bakar nabati yang terdiri dari campuran 50 persen minyak sawit dan solar, dinilai memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia karena mampu menekan ketergantungan pada impor bahan bakar diesel.

Baca Juga: Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI dan Polri demi Hapus Kemiskinan, Ini Alasannya

Tidak berhenti pada pencapaian tersebut, Presiden juga mengungkapkan rencana pengembangan bioetanol sebagai langkah lanjutan dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

“Tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20, butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan, kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik. India sudah E20. India sudah E20. Brasil sudah E100. Masa Indonesia tidak bisa, Indonesia bisa kan? Bisa. Bisa,” lanjutnya.

Selain sektor energi, Presiden juga menyampaikan keyakinannya terhadap perkembangan industri nasional.

Pemerintah, kata Presiden, segera meluncurkan motor listrik karya anak bangsa sebagai bagian dari strategi membangun industri otomotif nasional yang mandiri, modern, dan memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI, Meutya Hafid Sebut Hadiah Presiden untuk Rakyat Indonesia

“Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia,” kata Presiden.

Presiden juga menyoroti kemajuan industri pertahanan dalam negeri yang kini telah dimanfaatkan secara luas oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Menurut Presiden, kualitas produk pertahanan Indonesia semakin diakui setelah prajurit Tanah Air berulang kali meraih kemenangan dalam kejuaraan menembak internasional menggunakan senjata buatan dalam negeri.

“Menang 12 kali berturut-turut dalam pertandingan mereka. Yang bikin peraturan mereka, wasitnya mereka. Karena teknik-tekniknya mereka, tapi kita menang 12 kali. Pakai senjata buatan anak-anak Indonesia, senapan serbu dari kita, pistol dari kita. SO dari kita,” jelas Presiden.

Melihat berbagai capaian tersebut, Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat membangun Indonesia.

Dengan kerja keras, kepemimpinan yang tepat, serta keberanian memanfaatkan kekayaan dan kemampuan sendiri, Presiden optimistis Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju, sejahtera, dan semakin dihormati di tingkat dunia.

“Kita optimis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit Indonesia akan jadi negara makmur. Kita tidak mau bodoh lagi. Kita ramah dibilang lemah. Kita baik dibilang bodoh, ya sudah lah. Kita bersahabat mau datang ke Indonesia, monggo, banyak orang asing seneng. Kita ini bangsa yang ramah, tapi kita sekarang mau jadi bangsa yang bangkit,” tandasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.