Banten

Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Prabowo Siapkan Jabatan Baru Usai Berobat ke Luar Negeri

Viona Sebastian Nolani | 22 Juli 2026, 11:31 WIB
Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Prabowo Siapkan Jabatan Baru Usai Berobat ke Luar Negeri
Nanik S Deyang mengundurkan diri sebagai Kepala BGN untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

AKURAT BANTEN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah memilih menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Meski menerima keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto meminta Nanik tetap berperan mengawasi BGN dan menyiapkan posisi sebagai Ketua Dewan Pengawas apabila struktur itu nantinya resmi dibentuk.

Keputusan mundur itu dikonfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.

Menurutnya, Nanik berpamitan langsung kepada Presiden untuk fokus menjalani perawatan kesehatan sekaligus mengakhiri masa tugasnya sebagai Kepala BGN.

"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," kata Dirgayuza.

Baca Juga: Terbongkar Modus Penyalahgunaan Registrasi SIM Biometrik, Pelanggan Bisa Jadi Korban

Dirgayuza menjelaskan, meski hanya memimpin BGN selama sekitar satu setengah bulan, Nanik telah memulai berbagai langkah pembenahan di internal lembaga.

Upaya tersebut meliputi evaluasi terhadap hampir 28 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengelompokan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, penghentian pengembangan dapur di wilayah yang dinilai telah jenuh, hingga penemuan 414 SPPG bermasalah yang disebut berhasil menyelamatkan anggaran negara mencapai ratusan miliar rupiah.

Selain itu, BGN juga membentuk 11 tim reformasi guna memperbaiki pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Fokus pembenahan diarahkan pada penerima manfaat kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, ibu menyusui, pelajar SD-SMP, serta peserta didik di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Nanik juga tengah mengevaluasi 27.877 SPPG untuk memastikan seluruh satuan memenuhi standar pelaksanaan program.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Capaian Indonesia: B50 Sukses, 50 Pabrik Bioetanol Dibangun, Motor Listrik Nasional Segera Meluncur

Sebelumnya, kabar pengunduran diri itu lebih dulu disampaikan Nanik melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026).

Ia mengungkapkan telah berpamitan kepada Presiden Prabowo sekaligus menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat melanjutkan tugas demi memulihkan kondisi kesehatannya.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat," tulis Nanik.

Nanik menegaskan, keputusannya berobat ke luar negeri bukan karena meragukan kemampuan tenaga medis di Indonesia.

Ia menyebut langkah tersebut diambil untuk mendapatkan second opinion terkait penyakit jantung yang dideritanya.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI, Meutya Hafid Sebut Hadiah Presiden untuk Rakyat Indonesia

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," tulisnya.

Ia mengungkapkan Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan memintanya menjadi ketua apabila lembaga tersebut terbentuk.

Sambil berkelakar, Nanik mengatakan dirinya masih siap mengawasi jalannya BGN selama tidak lagi menangani urusan pengelolaan keuangan.

Nanik juga memberi isyarat bahwa sosok penggantinya telah ditentukan, namun belum bersedia mengungkapkan identitasnya.

"Insyaallah pengganti saya adalah 'adik saya', di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang. Saya konsentrasi di kesehatan dulu," ujarnya.

Baca Juga: KRI Bima Suci Tinggalkan Bitung, Misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa 2026 Resmi Masuki Etape Terakhir

Dalam pernyataannya, Nanik turut membantah anggapan bahwa Program MBG dijalankan untuk kepentingan politik menjelang Pemilu 2029.

Ia mengaku telah mendampingi Prabowo selama 14 tahun dan meyakini program tersebut murni ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

"Program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka," tulisnya.

Menurut Nanik, dampak Program MBG tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga memberikan efek positif terhadap roda perekonomian masyarakat.

Ia mencontohkan, ketika distribusi MBG terhenti selama tiga pekan karena libur sekolah, penyerapan hasil pertanian dan peternakan ikut menurun sehingga harga sejumlah komoditas mengalami penurunan.

Baca Juga: TNI AL Berhasil Selamatkan Dua Korban KLM Nurul Salsa 01 yang Tenggelam di Perairan Selayar, Tiga Korban Masih Dicari

Nanik Sudaryati Deyang sendiri baru dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026.

Ia menggantikan Dadan Hindayana yang diberhentikan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga Rabu (22/7/2026), pemerintah belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan mengisi posisi Kepala BGN menggantikan Nanik.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.