Banten

Prabowo Terima Direktur FBI Kash Patel, Artefak Budaya Indonesia dari Papua Akhirnya Dipulangkan

Viona Sebastian Nolani | 23 Juli 2026, 15:17 WIB
Prabowo Terima Direktur FBI Kash Patel, Artefak Budaya Indonesia dari Papua Akhirnya Dipulangkan
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, di Kertanegara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris)

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat, terutama dalam kerja sama pengembalian artefak budaya Indonesia yang sebelumnya diselundupkan secara ilegal ke luar negeri.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa selain membahas berbagai agenda bilateral, Direktur FBI juga menyerahkan langsung sejumlah artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Ini Tugas Besar yang Menantinya

Penyerahan itu merupakan bagian dari kolaborasi repatriasi benda budaya antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan FBI.

“Di samping tentu saja ada pembicaraan sebagai teman, dan juga secara ofisial beliau juga membawakan artefak budaya yang merupakan kerja sama dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI, yaitu pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal dan setelah dilakukan satu provenance research atau asal-usul, maka benda-benda itu kemudian dikembalikan dan dibawa langsung oleh Bapak Kash Patel kepada Pak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya usai pertemuan.

Fadli Zon menerangkan bahwa artefak yang berhasil dipulangkan berasal dari wilayah Papua, meliputi warisan budaya milik masyarakat suku Dani, suku Asmat, serta suku Danau di kawasan Danau Sentani.

Baca Juga: TNI AL dan Bank Indonesia Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, KRI Lepu-861 Antar Misi ke Pulau Terluar

Ia menilai benda-benda tersebut memiliki nilai historis sekaligus nilai budaya yang sangat penting bagi bangsa Indonesia.

“Saya kira ini merupakan benda-benda yang sangat berharga karena proses repatriasi ini merupakan upaya kita untuk memulihkan kedaulatan budaya kita,” lanjutnya.

Menurut Fadli, sinergi antara Indonesia dan FBI dalam upaya pengembalian benda budaya sebenarnya telah terjalin sejak beberapa waktu lalu.

Selama ini, FBI telah beberapa kali membantu memulangkan artefak Indonesia yang dicuri dan dibawa ke luar negeri, termasuk arca-arca perunggu serta berbagai peninggalan bersejarah dari sejumlah situs budaya.

“Kita harapkan kerja sama dengan FBI terutama terkait dengan repatriasi, restitusi benda-benda budaya ini ke depannya akan semakin kuat, didukung juga oleh Sekneg dan juga Kementerian Luar Negeri,” tutur Fadli.

Fadli menambahkan, pemulangan artefak budaya ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mengembalikan kedaulatan budaya Indonesia sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai kekayaan sejarah nasional.

Nantinya, seluruh artefak tersebut akan dipamerkan di Museum Nasional sehingga dapat disaksikan dan dipelajari oleh masyarakat sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya bangsa.

“Saya kira ini adalah bagian dari upaya untuk mengembalikan kedaulatan budaya kita untuk menyempurnakan pengetahuan budaya, dan kita tentu akan ekshibit ini, akan mempamerkan ini di Museum Nasional,” ujar Fadli.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.