Penggemar Argentina Protes Hasil Final Piala Dunia, Lebih dari 100 Ribu Orang Tandatangani Petisi

AKURAT BANTEN - Meski final Piala Dunia 2026 sudah berlalu lima hari, kekecewaan suporter Argentina belum juga mereda setelah tim kesayangan mereka kalah dari Spanyol.
Banyak pendukung La Albiceleste menilai wasit Slavko Vincic "terlibat dalam pengaturan pertandingan" sehingga dianggap tidak memimpin laga secara adil.
Sebagai bentuk protes, para penggemar Argentina meluncurkan petisi di Change.org.
Dalam petisi tersebut, mereka menuduh Vincic menerima suap untuk memengaruhi hasil pertandingan sekaligus mendesak FIFA agar menggelar ulang final Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Vozinha Nyaris Pensiun, Kini Direkrut Colo Colo usai Jadi Sensasi Piala Dunia 2026
Petisi itu diprakarsai oleh Gisela Sanchez.
Dalam hitungan beberapa hari, lebih dari 100.000 orang telah memberikan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan para pendukung Argentina tersebut.
Pada laga final Piala Dunia 2026, Argentina harus bermain dengan 10 pemain sepanjang babak tambahan waktu setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah pada menit ke-90+3 akibat akumulasi dua kartu kuning.
Kartu kuning keduanya diberikan setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi, yang sebelumnya juga sudah mendapat kartu kuning karena memprotes keputusan wasit.
Sepanjang pertandingan, Vincic mencatatkan total 46 pelanggaran, dengan 25 di antaranya dilakukan oleh pemain Argentina.
Meski demikian, Gisela Sanchez tetap meyakini bahwa hasil akhir pertandingan telah dimanipulasi.
Seorang penggemar menulis: “Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol dinodai oleh keputusan kontroversial dan tidak jujur dari wasit, yang, menurut bukti video , disuap untuk memengaruhi hasil pertandingan. Ini adalah kekecewaan besar bagi para pemain, pelatih, dan penggemar.”
Usai pertandingan berakhir, situasi memanas ketika sejumlah pemain Argentina terlibat bentrok dengan pemain Spanyol.
Rekaman video memperlihatkan Nahuel Molina diduga memukul bagian perut salah satu pemain lawan.
Sementara itu, Leandro Paredes disebut menjadi sosok yang paling agresif.
Gelandang Boca Juniors tersebut terlihat mencekik Eric Garcia, kemudian menjatuhkan Gavi ke lapangan sebelum menampar wajahnya.
Saat ini, FIFA tengah melakukan investigasi terhadap tiga pemain Argentina, yakni Nahuel Molina, Leandro Paredes, dan Thiago Almada, serta asisten pelatih Roberto Ayala terkait insiden kericuhan tersebut.
Berdasarkan Pasal 13 Kode Disiplin FIFA, tindakan yang mencoreng nama baik sepak bola dapat dijatuhi hukuman berat.
Selain itu, Pasal 14 mengatur bahwa pemain yang melakukan aksi kekerasan seperti memukul, menendang, menyikut, menggigit, atau menyerang lawan dapat dikenai sanksi larangan bermain sedikitnya tiga pertandingan di level tim nasional.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






