Sorotan Tajam! Erick Thohir Jadi Menpora di Tengah Isu Korupsi NTC IKN, Kontroversi yang Mirip 'Sinetron' Politik?

AKURAT BANTEN– Belum genap sehari setelah pengumuman, keputusan Presiden Prabowo menunjuk Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) langsung memicu gelombang pertanyaan publik.
Bagaimana tidak, penunjukan ini terkesan kontradiktif dengan kejadian sebelumnya, di mana Zainudin Amali justru mundur dari jabatan Menpora demi fokus sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.
Situasi ini seolah memutarbalikkan logika. Jika Zainudin Amali harus melepaskan posisinya di kabinet untuk PSSI, mengapa sekarang Ketua Umum PSSI justru merangkap jabatan sebagai Menpora?
Publik pun bertanya-tanya, apakah ini keputusan yang bijak? Atau jangan-jangan, ada “drama politik” yang jauh lebih rumit di baliknya?
Baca Juga: Djamari Chaniago Calon Kuat Menko Polkam, Ternyata Pernah Sidangkan Prabowo di DKP 1998
Isu Korupsi NTC IKN
Panggung politik semakin panas setelah Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) secara resmi melaporkan dugaan korupsi dalam pembangunan National Training Center (NTC) di Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (17/9/2025).
Laporan ini langsung menyeret nama Erick Thohir yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.
Ketua Umum MSBI, Sarman El Hakim, membeberkan sejumlah kejanggalan yang membuat publik terkejut.
Pembangunan NTC yang menelan dana sekitar Rp170 miliar—gabungan dari APBN Rp90 miliar dan hibah FIFA USD 5,6 juta (sekitar Rp85,6 miliar)—dinilai tidak transparan dan melanggar banyak aturan.
Sarman menegaskan, dana APBN sebesar Rp90 miliar digunakan tanpa perencanaan resmi yang tercantum dalam pagu indikatif.
Selain itu, dana hibah dari FIFA juga diduga dikelola langsung oleh PSSI tanpa dicatatkan ke kas negara, melanggar PP No. 10 Tahun 2011.
"Peruntukan dana hibah FIFA ini jelas-jelas melanggar PP No. 10 Tahun 2011, tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah Luar Negeri," ujar Sarman.
Yang lebih mencengangkan, MSBI menilai kualitas bangunan di lapangan tidak sebanding dengan nilai proyek sebesar itu.
Baca Juga: 18 Ribu Guru Negeri dan Swasta di Kabupaten Tangerang Akan Terima MBG
Laporan ini bukan hanya sekadar keluhan, tetapi juga desakan agar KPK memanggil Erick Thohir untuk dimintai keterangan.
Bahkan, Sarman menyebut mantan Presiden Joko Widodo juga bisa ikut diperiksa jika diperlukan.
Penunjukan Erick Thohir sebagai Menpora di tengah tuduhan korupsi NTC IKN ini menciptakan dilema besar.
Bagaimana ia akan menjalankan tugasnya sebagai Menpora, yang seharusnya mengawasi dan membina organisasi olahraga, sementara dirinya sendiri sedang tersandung masalah di organisasi yang sama?
Publik menanti respons dari Erick Thohir terkait laporan MSBI ini. Akankah ia mengambil langkah proaktif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Atau justru kontroversi ini akan menjadi 'batu sandungan' pertama bagi jabatannya yang baru?
Kasus ini menjadi ujian bagi transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Keputusan Presiden Prabowo menunjuk Erick Thohir kini berada di bawah sorotan tajam.
Apakah ini langkah berani untuk menyelesaikan masalah dari dalam, atau justru menambah rumit konflik kepentingan yang sudah ada?
Hanya waktu yang bisa menjawab, apakah peran ganda ini akan membawa perbaikan bagi sepak bola Indonesia, atau justru menjadi babak baru dari 'sinetron' politik yang penuh intrik (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








