Banten

Fakta Bentrokan Matraman Terungkap, Berawal dari Teguran Knalpot Bising hingga Tewaskan 1 Pemuda

Viona Sebastian Nolani | 27 Juli 2026, 20:34 WIB
Fakta Bentrokan Matraman Terungkap, Berawal dari Teguran Knalpot Bising hingga Tewaskan 1 Pemuda
Gerobak penjual nasi uduk di Matraman menjadi sasaran perusakan sebelum bentrokan kelompok warga berlangsung. (Instagram/bangranistones)

AKURAT BANTEN - Bentrokan dua kelompok warga yang terjadi di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menewaskan seorang pemuda berinisial K (23).

Polisi kini telah mengamankan tiga orang dan masih memeriksa 15 orang lainnya secara intensif untuk mengusut kasus tersebut.

Peristiwa bentrokan berlangsung sejak Minggu, 26 Juli 2026, hingga Senin dini hari, 27 Juli 2026.

Baca Juga: Kasus Pencabulan Anak di Tanjungbalai Viral, Korban SD Tetap Ingin Sekolah Meski Trauma

Sempat beredar kabar bahwa keributan dipicu oleh salah satu anggota kelompok yang enggan membayar nasi uduk.

Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar.

Berdasarkan keterangan kepolisian, bentrokan bermula ketika dua pengendara sepeda motor melintas di depan warung nasi uduk sambil menggeber-geber kendaraannya.

Baca Juga: Tribun VIP Kejurnas Drift Speed Fest Purwokerto Ambruk, 90 Penonton Jadi Korban

Suara knalpot yang bising membuat pengunjung warung merasa terganggu hingga akhirnya menegur kedua pengendara tersebut.

“Bahwasannya ada 2 orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya berdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya,” ucap Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung kepada awak media pada Senin, 27 Juli 2026.

“Knalpot tersebut membuat kebisingan, mereka ditegur tidak terima,” lanjutnya.

Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Jubir Otorita IKN Troy Pantouw, Polisi Ungkap Tak Ada Tanda Kekerasan

Keterangan serupa disampaikan oleh penjual nasi uduk bernama Rusdi.

Ia mengatakan keributan bermula saat dua pengendara motor menggeber knalpot di depan warungnya dan tersinggung setelah mendapat teguran dari pembeli yang sedang makan.

“Awalnya itu orang bawa motor, knalpotnya berisik, digeber-geber sama dia. Terus enggak terima ada orang yang negur, yang lagi makan di saya,” ucap Rusdi dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @bangranistones, dikutip pada Senin, 27 Juli 2026.

Baca Juga: Fakta Kasus KD Tewas Dikeroyok di Tabanan Bali, Istri Ungkap Diduga Cari Uang untuk Bayar Sekolah Anak

Tak lama setelah meninggalkan lokasi, kedua pengendara itu kembali bersama sejumlah rekannya.

Kedatangan mereka kemudian berujung pada aksi perusakan terhadap gerobak milik pedagang.

“Abis ditegur, enggak lama kemudian manggil abang-abangnya dateng, langsung kejadian. Kurang lebih 10 orang, naik motor semua,” jelas Rusdi.

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ini Sosok Destry Damayanti yang Kini Pimpin BI

“Awalnya nanya-nanya doang, mungkin karena enggak dapet orangnya, jadi emosinya membabi buta gitu. Mereka tangan kosong, enggak pakai senjata,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, gerobak milik Rusdi mengalami kerusakan pada bagian roda dan kaca.

Dagangannya juga berserakan.

Selain itu, ia mengaku menjadi korban pemukulan dan mengalami luka pada kaki akibat terkena pecahan kaca.

Baca Juga: Irjen Kemhan Kunjungi King's College London, Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama Pertahanan

“Ini yang rusak cuma kaca sama roda, masih bisa dibenerin. Iya ramai (dipukuli) pakai tangan kosong dan ramai,” ujar Rusdi.

“Yang makan di saya waktu itu lagi kosong, lagi enggak ada orang. Kalau saya ini cuma kena pecahan beling aja di kaki,” tambahnya.

Meski mengalami kerugian dan menjadi korban kekerasan, Rusdi mengaku menerima musibah tersebut dengan ikhlas.

Baca Juga: Komisi XIII DPR Nilai Freeport Indonesia Penuhi Standar HAM, Jadi Contoh Tata Kelola Bisnis

Ia memastikan kerusakan yang terjadi tidak menghalanginya untuk kembali berjualan.

“Yaudah gimana lagi, udah Suratan Ilahi. Masih bisa dagang, ini kerusakannya enggak parah-parah banget, cuma roda doang,” tukasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.