Banten

Viral Dugaan Candi Raksasa di Cimahi, Benarkah Lebih Besar dari Candi Borobudur? Ini Faktanya

Viona Sebastian Nolani | 30 Juli 2026, 13:36 WIB
Viral Dugaan Candi Raksasa di Cimahi, Benarkah Lebih Besar dari Candi Borobudur? Ini Faktanya
Dugaan penemuan candi di Cimahi, Jawa Barat, menjadi viral usai diklaim memiliki ukuran yang lebih besar dari Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. (Instagram.com/@wearehistorian - Dok. UMSU)

AKURAT BANTEN - Viral di media sosial sebuah unggahan yang mengklaim adanya dugaan penemuan situs candi berukuran sangat besar di wilayah Cimahi, Jawa Barat.

Klaim tersebut langsung menyita perhatian publik karena disebut-sebut memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Informasi itu diunggah oleh akun Instagram @wearehistorian pada Rabu, 29 Juli 2026.

Dalam unggahannya disebutkan bahwa situs yang diduga merupakan candi tersebut masih berada dalam tahap penelitian oleh para ahli.

Baca Juga: Kasus Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Geng Motor

Video yang beredar memperlihatkan sejumlah orang menyusuri kawasan yang dipenuhi pepohonan lebat.

Di salah satu bagian rekaman, tampak tangan seseorang menunjukkan struktur bangunan yang diduga merupakan bagian dari situs candi yang masih terkubur di bawah permukaan tanah.

Keterangan dalam unggahan tersebut juga menegaskan bahwa proses penelitian terhadap temuan itu belum selesai.

Para peneliti disebut masih melakukan kajian untuk memastikan berbagai aspek penting dari bangunan yang diduga merupakan peninggalan sejarah tersebut.

Baca Juga: Profil Anom Widiantoro, Bupati Pemalang yang Kena OTT KPK: Punya Harta Rp21,3 Miliar hingga Jejak Karier di BUMN

"Para peneliti menegaskan bahwa proses ekskavasi dan kajian ilmiah masih terus berlangsung untuk memastikan ukuran, usia, serta fungsi bangunan tersebut," demikian laporan dalam postingan tersebut.

Hingga Rabu, 29 Juli 2026, unggahan tersebut telah ramai dibagikan ulang oleh berbagai akun media sosial dan mengumpulkan sekitar 42,7 ribu tanda suka di Instagram.

Apabila nantinya hasil penelitian benar-benar membuktikan bahwa struktur tersebut merupakan sebuah candi, maka temuan itu berpotensi menjadi salah satu penemuan arkeologi penting yang menambah daftar warisan sejarah Indonesia.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau bersikap kritis dan tidak langsung mempercayai informasi yang beredar.

Baca Juga: Mahfud MD Kritik Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi, Sebut Bisa Picu Anarki

Pasalnya, unggahan tersebut belum mengungkap secara rinci lokasi pasti maupun data pendukung mengenai dugaan penemuan situs tersebut.

Di tengah ramainya perbincangan itu, Indonesia sebenarnya telah memiliki sejumlah kompleks candi Hindu-Buddha yang diakui dunia karena nilai sejarah dan kebesarannya. Berikut beberapa di antaranya.

Candi Muaro Jambi dikenal sebagai kompleks percandian Hindu-Buddha terluas di Indonesia, bahkan disebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Kompleks percandian ini memiliki luas sekitar 3.981 hektare atau sekitar delapan kali lebih luas dibandingkan kawasan Candi Borobudur.

Baca Juga: PBB Ungkap Modus Baru Perdagangan Manusia di Asia, Korban dari 80 Negara Dipaksa Jadi Pelaku Penipuan Online

Para sejarawan memperkirakan kompleks tersebut dibangun pada rentang abad ke-7 hingga abad ke-12.

Pada masa kejayaannya, Candi Muaro Jambi menjadi salah satu pusat pembelajaran dan pengembangan agama Hindu-Buddha pada era Kerajaan Sriwijaya dan Melayu Kuno.

Lokasinya berada di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, membentang mengikuti aliran Sungai Batanghari.

Sejak 2009, Kompleks Candi Muaro Jambi telah didaftarkan dan masuk dalam daftar sementara warisan dunia UNESCO.

Baca Juga: Kejagung Ungkap Chat Lodewyk Pusung dengan Istri Jadi Bukti Dugaan Korupsi MBG

Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di Indonesia sekaligus menyandang predikat sebagai kuil Buddha terbesar di dunia.

Bangunan bersejarah ini memiliki luas sekitar 2.500 meter persegi dengan panjang 121,66 meter, lebar 121,38 meter, dan tinggi mencapai 35,40 meter.

Borobudur dibangun pada abad ke-8 ketika Dinasti Syailendra berkuasa.

Berdasarkan catatan sejarah, proses pembangunannya berlangsung selama sekitar 75 tahun dan rampung pada masa pemerintahan Raja Samaratungga.

Baca Juga: Kejagung Ungkap 4 Alat Bukti Jerat Lodewyk Pusung di Kasus Korupsi MBG, Kerugian Negara Rp10,5 Triliun

Candi Borobudur berada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

UNESCO menetapkan Candi Borobudur sebagai situs warisan budaya dunia pada tahun 1991.

Selain Borobudur, Indonesia juga memiliki Candi Prambanan yang dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Tanah Air.

Candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan Dewa Trimurti, yakni Siwa, Brahma, dan Wisnu.

Kompleks Candi Prambanan memiliki luas sekitar 39,8 hektare yang terdiri atas halaman luar serta tiga pelataran, yaitu Jaba atau pelataran luar, Tengahan atau pelataran tengah, dan Njeron atau pelataran dalam.

Baca Juga: KPK Periksa Plt Gubernur Riau soal Uang Penggeledahan, Jejak Kasus Abdul Wahid Kembali Disorot

Meski belum dapat dipastikan secara pasti, para ahli menduga Candi Prambanan mulai dibangun pada pertengahan abad ke-9.

Lokasinya berada di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejak 1991, Candi Prambanan juga telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu situs warisan budaya dunia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.