Banten

Tragis! Malu Hamil di Luar Nikah, Ibu di Tangsel Tega Buang Bayi Sendiri di Teras Klinik

Abdurahman | 30 Juli 2026, 22:52 WIB
Tragis! Malu Hamil di Luar Nikah, Ibu di Tangsel Tega Buang Bayi Sendiri di Teras Klinik
Ilustrasi seorang Ibu di Tangsel Tega Buang Bayi Sendiri di Teras Klinik (dok ist)

AKURAT BANTEN — Warga Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mendadak digegerkan dengan penemuan sesosok jasad bayi perempuan yang terbujur kaku di teras sebuah klinik.

Di balik penemuan yang mengiris hati itu, tersimpan fakta yang jauh lebih kelam: pelaku pembuangan tak lain adalah ibu kandung bayi tersebut.

Wanita berinisial E (38), yang nekat melakukan perbuatan tak terpuji itu, akhirnya berhasil diringkus oleh pihak kepolisian.

Kepada penyidik, E melontarkan pengakuan yang memilukan sekaligus memicu kecaman publik—ia berdalih nekat membuang darah dagingnya sendiri karena dilanda rasa malu akibat hamil di luar nikah.

Baca Juga: Nyaris Celaka di Udara: Kronologi Power Bank Meledak dan Berasap di Pesawat Batik Air, Warga Asing Diduga Abaikan Aturan!

Niat Jahat yang Berujung di Teras Klinik

Kasus ini bermula ketika warga dan tenaga medis di Pondok Aren digegerkan dengan penemuan sesosok bayi perempuan yang baru saja dilahirkan.

Saat ditemukan pertama kali oleh saksi mata di teras klinik, kondisi bayi malang tersebut masih sangat memprihatinkan dengan tali pusar yang masih melekat.

Dari hasil penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh jajaran kepolisian Polsek Pondok Aren, terungkaplah borok sang ibu.

Sebelum nekat melahirkan dan meninggalkan bayinya di teras klinik, E ternyata sempat berupaya untuk melenyapkan atau menggugurkan kandungan hasil hubungan gelapnya.

Pelaku berinisial E ini mengaku nekat membuang buah hatinya sendiri lantaran merasa malu dan takut aib hamil di luar nikah diketahui oleh keluarga serta lingkungan sekitar.

Baca Juga: Bejat! Ayah Kandung di Samarinda Setubuhi Anak Sendiri Selama 6 Tahun, Ibu Histeris hingga Pingsan

Polisi Dalami Keterlibatan Pihak Lain

Meski statusnya telah mengerucut sebagai pelaku di balik pembuangan bayi berjenis kelamin perempuan tersebut, E hingga kini masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena kondisi fisiknya pasca-melahirkan.

Kepolisian menyatakan bahwa E diperiksa secara maraton untuk mendalami motif serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk sang kekasih yang menghamilinya.

Kasus ini kembali membuka mata publik akan pentingnya edukasi kesehatan mental, kesehatan reproduksi, serta bahayanya penyelesaian masalah dengan jalan pintas yang justru merenggut nyawa tak berdosa.

Jeratan hukum kini siap menanti sang ibu yang lebih memilih menutupi aib ketimbang menyelamatkan nyawa buah hatinya sendiri.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman