Tragis! Malu Hamil di Luar Nikah, Ibu di Tangsel Tega Buang Bayi Sendiri di Teras Klinik

AKURAT BANTEN — Warga Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mendadak digegerkan dengan penemuan sesosok jasad bayi perempuan yang terbujur kaku di teras sebuah klinik.
Di balik penemuan yang mengiris hati itu, tersimpan fakta yang jauh lebih kelam: pelaku pembuangan tak lain adalah ibu kandung bayi tersebut.
Wanita berinisial E (38), yang nekat melakukan perbuatan tak terpuji itu, akhirnya berhasil diringkus oleh pihak kepolisian.
Kepada penyidik, E melontarkan pengakuan yang memilukan sekaligus memicu kecaman publik—ia berdalih nekat membuang darah dagingnya sendiri karena dilanda rasa malu akibat hamil di luar nikah.
Niat Jahat yang Berujung di Teras Klinik
Kasus ini bermula ketika warga dan tenaga medis di Pondok Aren digegerkan dengan penemuan sesosok bayi perempuan yang baru saja dilahirkan.
Saat ditemukan pertama kali oleh saksi mata di teras klinik, kondisi bayi malang tersebut masih sangat memprihatinkan dengan tali pusar yang masih melekat.
Dari hasil penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh jajaran kepolisian Polsek Pondok Aren, terungkaplah borok sang ibu.
Sebelum nekat melahirkan dan meninggalkan bayinya di teras klinik, E ternyata sempat berupaya untuk melenyapkan atau menggugurkan kandungan hasil hubungan gelapnya.
Pelaku berinisial E ini mengaku nekat membuang buah hatinya sendiri lantaran merasa malu dan takut aib hamil di luar nikah diketahui oleh keluarga serta lingkungan sekitar.
Baca Juga: Bejat! Ayah Kandung di Samarinda Setubuhi Anak Sendiri Selama 6 Tahun, Ibu Histeris hingga Pingsan
Polisi Dalami Keterlibatan Pihak Lain
Meski statusnya telah mengerucut sebagai pelaku di balik pembuangan bayi berjenis kelamin perempuan tersebut, E hingga kini masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena kondisi fisiknya pasca-melahirkan.
Kepolisian menyatakan bahwa E diperiksa secara maraton untuk mendalami motif serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk sang kekasih yang menghamilinya.
Kasus ini kembali membuka mata publik akan pentingnya edukasi kesehatan mental, kesehatan reproduksi, serta bahayanya penyelesaian masalah dengan jalan pintas yang justru merenggut nyawa tak berdosa.
Jeratan hukum kini siap menanti sang ibu yang lebih memilih menutupi aib ketimbang menyelamatkan nyawa buah hatinya sendiri.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5Brasil Pernah Bantai Thailand dan Vietnam 9-1, Kini Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-3!
- 6UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 7Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 8Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027





