Komite SMAN 14 Minta Kasus Dias Dibuka Kembali: Jangan Sampai Masa Depan Anak Terputus

AKURAT BANTEN - Polemik pengunduran diri siswa kelas XII SMAN 14 Kota Tangerang, Dias Al Hadi, memasuki babak baru. Ketua Komite SMAN 14 Kota Tangerang, Hasbullah, mengaku belum pernah dilibatkan dalam penanganan kasus tersebut dan mempertanyakan dasar keputusan yang berujung pada keluarnya surat pengunduran diri siswa.
Hasbullah mengatakan, hingga persoalan itu viral di media sosial, dirinya justru belum memperoleh penjelasan resmi dari pihak sekolah mengenai kronologi maupun alasan yang melatarbelakangi keputusan tersebut.
Padahal, menurutnya, setiap persoalan yang melibatkan peserta didik semestinya dapat dikomunikasikan dengan komite sekolah untuk mencari solusi bersama.
"Untuk saat ini, mohon maaf saya belum mendapatkan informasi yang riil mengenai kejadian ini. Biasanya kalau ada persoalan seperti ini, komite diberi tahu, kemudian kita identifikasi masalahnya dan cari solusi bersama pihak sekolah maupun orang tua," kata Hasbullah.
Karena belum menerima informasi secara utuh, Hasbullah berencana meminta penjelasan langsung kepada pihak sekolah, khususnya bidang kesiswaan, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menyikapi persoalan tersebut.
"Saya akan konfirmasi ke bagian kesiswaan supaya jelas seperti apa kejadiannya. Kita juga tidak ingin salah persepsi," ujarnya.
Baca Juga: Penutupan MTQ XXV Kota Tangerang, Pemkot Ajak Masyarakat Terus Menggelorakan Al-Qur'an
Ia bahkan mendorong agar sekolah kembali mempertemukan orang tua Dias dengan pihak sekolah apabila persoalan tersebut masih dapat dimediasi.
Menurutnya, penyelesaian secara dialog harus menjadi pilihan utama selama pelanggaran yang dilakukan siswa belum termasuk kategori yang tidak dapat ditoleransi.
"Harus dipanggil lagi orang tuanya supaya jelas persoalan sebenarnya. Mudah-mudahan ada solusi yang terbaik. Kalau bisa jangan sampai anak itu keluar, kecuali memang melakukan pelanggaran yang benar-benar tidak bisa ditoleransi, seperti narkoba atau tindak pidana berat," katanya.
Baca Juga: Roy Suryo Bikin Pernyataan Mengejutkan, Klaim Tak Akan Sentuh Uang Ganti Rugi Rp206 Juta
Hasbullah juga menyoroti prosedur penanganan pelanggaran disiplin di lingkungan sekolah. Ia menegaskan, pembinaan terhadap siswa seharusnya dilakukan secara bertahap melalui guru Bimbingan Konseling (BK), pemanggilan orang tua, hingga pemberian surat peringatan apabila diperlukan.
Menurutnya, siswa tidak semestinya langsung diarahkan untuk mengundurkan diri tanpa melalui tahapan pembinaan tersebut.
"Tidak langsung ada masalah lalu diminta mengundurkan diri. Biasanya ada tahapannya. Anak dibimbing dulu, dipanggil guru BK, orang tua diajak bekerja sama memperbaiki perilaku anak," ujarnya.
Baca Juga: Dari Dugaan Bullying hingga Geng Siswa, Mengapa Dias Harus Tinggalkan SMAN 14 Tangerang?
Hasbullah juga mempertanyakan apabila benar terdapat permintaan agar orang tua menandatangani surat pengunduran diri.
"Dasarnya apa? Harus ada dasar. Setahu saya tidak ada sistem seperti itu," tegasnya.
Ia turut menanggapi informasi mengenai kehadiran anggota TNI dan Polri dalam proses mediasi antara pihak sekolah dan orang tua Dias.
Menurut Hasbullah, jika aparat memang hadir, fungsinya hanya sebatas menjaga situasi tetap kondusif dan bukan untuk mengambil keputusan terhadap siswa.
"Kalau polisi atau TNI hadir, saya kira hanya mengawal keamanan saja. Mereka tidak punya kewenangan menekan orang tua atau menentukan keputusan terhadap siswa," katanya.
Meski mengaku belum mengetahui secara pasti siapa saja yang dilibatkan dalam mediasi tersebut, Hasbullah memastikan komite akan menindaklanjuti persoalan itu setelah memperoleh penjelasan resmi dari sekolah.
Baginya, tujuan utama pendidikan adalah membina dan memperbaiki perilaku siswa, bukan sekadar memberikan hukuman yang berdampak pada masa depan anak.
"Kita mendidik anak supaya menjadi lebih baik, bukan untuk langsung memvonis. Masa depan anak masih panjang. Selama masih ada jalan yang bisa dimediasi, mari dicari solusi terbaik bersama," pungkasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!











