El Nino Makin Kuat, Lebih dari 5.000 Titik Panas Terdeteksi di Indonesia, Karhutla Mengancam

AKURAT BANTEN - Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran sepanjang Juli 2026 akibat penguatan fenomena El Nino di berbagai daerah.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa pola cuaca tersebut diprediksi masih berlangsung hingga awal 2027.
Berdasarkan data hingga 29 Juli, tercatat lebih dari 5.000 titik panas atau hotspot terpantau di sejumlah wilayah Indonesia.
Angka tersebut meningkat dibandingkan periode El Nino sebelumnya pada 2015, 2019, dan 2023, menurut pejabat BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi daring.
Baca Juga: Bukan Cuma Tarif AS, Produk Indonesia Bisa Tergusur dari Pasar Amerika karena Masalah Ini
Wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi berada di Kalimantan Barat, Papua Selatan, serta Riau.
Sementara itu, hingga pertengahan Juli 2026, sekitar 54,5 persen wilayah zona musim di Indonesia telah memasuki fase kemarau.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan dalam konferensi yang sama bahwa puncak musim kering diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, sesuai dengan prediksi sebelumnya.
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan meningkat pada periode Agustus hingga September, khususnya di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Risiko tersebut diprediksi mulai menurun pada Oktober hingga November seiring meningkatnya potensi hujan di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Pilot Malaysia Airlines Ditangkap di Jakarta, Selundupkan 26 Kg MDMA usai Terbang dari Kuala Lumpur
"Periode kritis untuk kebakaran hutan dan lahan diperkirakan terjadi dari Juli hingga September 2026, sehingga pemantauan dan pengawasan yang intensif di daerah berisiko tinggi sangat penting untuk mencegah titik api menyebar dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang lebih luas," kata Sopaheluwakan.
Kondisi kekeringan juga telah melanda sebagian besar wilayah Indonesia dengan durasi tanpa hujan terpanjang mencapai 80 hari di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
BMKG mencatat terdapat 1.366 wilayah yang mengalami masa kering selama 21 hingga 30 hari. Selain itu, sebanyak 943 wilayah mengalami tidak turun hujan selama 31 hingga 60 hari berturut-turut, sementara 70 wilayah lainnya menghadapi kekeringan lebih dari 60 hari.
BMKG menyebut peningkatan aktivitas titik panas di Kalimantan Barat turut memperbesar ancaman karhutla sekaligus memicu munculnya konsentrasi kabut asap tebal.
Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut, BMKG telah menjalankan operasi modifikasi cuaca di sejumlah daerah guna menekan potensi kebakaran serta mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Sebelumnya, BMKG juga mengimbau para petani agar menyesuaikan pola kegiatan pertanian mereka untuk menghadapi ancaman cuaca kering ekstrem yang diperkirakan terjadi sepanjang tahun ini.
Dalam laporan terbaru, Pusat Prediksi Iklim Amerika Serikat (CPC) menyatakan peluang terjadinya El Nino dengan kategori "sangat kuat" mencapai 81 persen pada periode Oktober hingga Desember. Fenomena tersebut diperkirakan menjadi salah satu kejadian El Nino terbesar dalam catatan sejarah sejak 1950.
El Nino kategori "sangat kuat" didefinisikan sebagai kondisi ketika nilai indeks suhu berada 2,0 derajat Celsius (3,6 derajat Fahrenheit) atau lebih tinggi dibandingkan ambang batas normal.
CPC juga memperkirakan kemungkinan sebesar 97 persen bahwa fenomena El Nino tersebut akan bertahan hingga awal musim semi 2027.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









