43 Ribu Anak Putus Sekolah Kembali Belajar, Sekolah Rakyat Diperluas ke Banten

AKURAT BANTEN - Pemerintah mencatat sekitar 43.000 anak jalanan dan anak yang sebelumnya putus sekolah kini kembali mendapatkan pendidikan formal melalui program Sekolah Rakyat.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok rentan yang sebelumnya tidak mendapatkan pendidikan formal.
"Alhamdulillah, sekarang sudah 43.000 anak-anak di jalanan, anak-anak yang tidak sekolah sudah bersekolah kembali. Dan ke depan diharapkan semakin banyak dan khususnya di kota-kota besar di Jakarta, kemudian di sekitar Banten," ucap Teddy saat meninjau Gedung Rintisan Sekolah Rakyat di Komplek Sekolah Penerbangan, Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu.
Menurut Teddy, pemerintah tidak hanya mengandalkan pembangunan gedung sekolah baru untuk memperluas program tersebut.
Sejumlah bangunan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan direnovasi dan dialihfungsikan menjadi fasilitas rintisan Sekolah Rakyat.
Langkah itu dilakukan agar anak-anak yang membutuhkan pendidikan dapat segera bersekolah tanpa harus menunggu pembangunan gedung baru yang membutuhkan waktu lebih lama.
Baca Juga: Resmi Tinggalkan Eropa! Casemiro Bikin Gempar MLS Usai Pilih Berlabuh di Klub Inter Miami
"Pembangunan butuh waktu mungkin setahun, tapi anak sekolah tidak boleh terlambat, harus segera. Makanya ada yang rintisan," ujarnya.
Teddy menyebut, pemerintah telah membentuk 165 Sekolah Rakyat pada tahun lalu dan pada tahun ini, ada sebanyak 100 bangunan baru disiapkan di berbagai kabupaten dan kota dengan fasilitas yang lebih besar dan memadai.
Khusus untuk di wilayah Banten kata dia, pemerintah telah menyiapkan dua bangunan baru dan enam sekolah rintisan.
"Khusus di wilayah Banten sendiri, terdapat dua bangunan baru serta enam sekolah rintisan serupa," katanya.
Selain pendidikan formal, anak-anak yang mengikuti program Sekolah Rakyat juga mendapatkan sejumlah fasilitas penunjang diantaranya antaranya ada penginapan, makanan, jaminan kesehatan, serta perlengkapan sekolah.
Lebih lanjut kata dia, Pemerintah juga sedang memperluas sasaran program kepada anak-anak dari keluarga dengan kondisi rentan, termasuk anak yatim piatu dan anak-anak yang kehilangan orang tua.
Teddy menegaskan, jumlah anak yang mendapatkan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat ditargetkan terus bertambah setiap tahun, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta dan kawasan sekitar Banten.
Baca Juga: Dokter Tifa Akhirnya Mundur dari Polemik Ijazah Jokowi, Tegaskan: Saya Sudah Selesai
"Rencananya, puluhan hingga seratus sekolah baru di seluruh Indonesia akan mulai aktif beroperasi secara penuh pada akhir Agustus mendatang pasca-perayaan 17 Agustus 2026," tandasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana








