Banten

Musim Kemarau di Kota Tangerang, Bisa Tembus 7 Kejadian Kebakaran Dalam Sehari

David Amanda | 9 Agustus 2026, 18:45 WIB
Musim Kemarau di Kota Tangerang, Bisa Tembus 7 Kejadian Kebakaran Dalam Sehari
Musim Kemarau di Kota Tangerang, Bisa Tembus 7 Kejadian Kebakaran Dalam Sehari - Istimewa

AKURAT BANTEN - Ancaman kebakaran di Kota Tangerang meningkat seiring masuknya musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyebut dalam satu hari petugas bahkan pernah menangani hingga tujuh kejadian kebakaran. Minggu (9/8/26).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, sebagian kejadian tersebut berlangsung di lahan terbuka yang dipenuhi rumput, alang-alang, dan semak yang mengering.

"Yang paling terasa saat musim kemarau ini adalah meningkatnya kejadian kebakaran. Dalam sehari pernah terjadi hingga tujuh kejadian, mayoritas di lahan kering dan alang-alang yang sudah mengering," kata Mahdiar, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Bruno Guimaraes Resmi ke Arsenal, Newcastle Pasang Harga Fantastis: Transfer Ini Cetak Rekor!

Kondisi tersebut kata dia, membuat lahan kosong yang sebelumnya tidak dianggap rawan kini menjadi salah satu titik yang perlu diwaspadai.

Rumput kering dapat menjadi bahan bakar ketika terkena sumber panas, terlebih saat angin bertiup cukup kencang.

Ia menilai kebiasaan masyarakat membakar sampah sembarangan juga berpotensi memperbesar risiko api yang awalnya kecil dapat merambat ke vegetasi kering di sekitar lokasi.

Baca Juga: Liverpool Bikin Kejutan Besar: Ronald Araujo Segera Merapat, Bisa Debut Lawan Como!

"Banyak yang menganggap sepele membuang puntung rokok atau membakar sampah dalam jumlah sedikit. Padahal, saat rumput mengering dan angin cukup kencang, api dapat dengan cepat membesar dan menyebar ke area sekitarnya," ujarnya.

Tidak hanya aktivitas manusia, kata Mahdiar juga menemukan kemungkinan pemicu lain berupa botol bekas maupun pecahan kaca yang berada di area terbuka.

Benda tersebut berpotensi memusatkan cahaya matahari pada satu titik dan memicu panas pada material yang mudah terbakar.

Baca Juga: Masa Lalu Diungkit Netizen, Dewi Perssik Menggebu-gebu Beri Peringatan Keras: 'Jangan Nyenggol Gue!'

"Kami pernah menemukan kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau dan hampir tidak mungkin dilalui orang. Setelah dilakukan pengecekan, salah satu penyebab yang diduga adalah efek panas matahari pada botol bekas atau pecahan kaca yang mengenai alang-alang kering," katanya.

Mahdiar juga meminta masyarakat tidak menganggap remeh titik api sekecil apa pun selama musim kemarau.

Jika api masih kecil dan kondisi memungkinkan, warga dapat segera melakukan pemadaman awal pada api tersebut.

Baca Juga: Bongkar Modus Anjungan Rahasia! Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Bintan Digagalkan

Namun, apabila api mulai membesar atau sulit dikendalikan, masyarakat diminta segera meninggalkan lokasi dan menghubungi petugas BPBP Kota Tangerang.

"Kalau sumber api masih kecil dan aman dipadamkan, segera lakukan pemadaman awal. Namun, apabila api mulai membesar, segera menjauh dan hubungi petugas agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin," katanya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.